Rizieq Shihab Tak Mau Pulang, Polri Harus Berani Ambil Sikap

by -9 Views
Suara Flores

JAKARTA, SUARAFLORES.NET—Kepolisian Republik Indonesia harus proaktif untuk pulangkan Rizieq Shihab ke Indonesia. Ini harus dilakukan agar kepolisian bisa melanjutkan proses hukum atas sejumlah tindak pidana yang disangkakan dan dilaporkan oleh masyarakat.

Bahwa sikap pasif cenderung kearah diskriminatif, karena selama satu tahun ini proses hukum terhadap Rizieq Shihab mangkrak di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat. Hal ini menjadi kinerja buruk kepolisian dimata masyarakat Indonesia.

Demikian hal ini dikatakan oleh Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus melalui rillis yang diterima Suaraflores.net, Rabu (22/02/2018).

Selestinus menjelaskan bahwa Rizieq Shihab lari dari tanggung jawab hukum dan bermukim di Arab Saudi. Selama satu tahun Rizieq Shihab buron, publik belum melihat upaya secara maksimal dari aparat Kepolisian Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat untuk membawa kembali Rizieq Shihab ke Indonesia.

Baca juga: NTT adalah Etalase Kebhinekaan, Hentikan Isu SARA Dalam Pemilu

Padahal untuk membawa pulang seseorang warga negara Indonesia yang buron di negara asing, polisi bisa menggunakan beberapa instrumen hukum dan politik serta tindakan kepolisian lainnya sebagai upaya paksa. Beberapa langkah hukum maupun langkah diplomatik seharusnya terus dicoba dengan menggunakan instrumen hukum yakni UU Bantuan Timbal Balik Dalam Masalah Pidana, Ekstradisi, Interpol Notices.

Upaya ini seharusnya terus dilakukan sebagai langkah diplomatik terhadap pemerintahan Arab Saudi. Indonesia harus terus menerus memperluas wilayah kerja sama internasional di bidang hukum dengan begitu banyak negara di dunia. Penting dilakukan melalui Perjanjian Ekstradisi, Bantuan Timbal Balik dan Interpol Notices agar tidak ada seorangpun bisa leluasa untuk lari dari tanggung jawab pidana.

Baca juga: Pria Ini Bermimpi Bung Karno Teteskan Air Mata di Rumah Tua

Meski demikian, Polri menyikapi informasi kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia sangat positif. Polri tentu harus tetap konsisten, bersikap tegas sebagaimana dinyatakan oleh Kadiv Humas Polda Metro Jaya bahwa pihaknya akan melakukan tindakan kepolisian berupa penangkapan dan penahanan terhadap Rizieq Shihab ketika Rizieq pulang ke Indonesia.

“Indonesia adalah negara hukum dan polisi alat penegak hukum. Oleh karena itu, laporan polisi dari masyarakat terhadap Rizieq Shihab atas dugaan tindak pidana penistaan agama, ancaman pembunuhan terhadap tokoh agama, pencemaran nama baik harus diintensifkan penyelidikan dan penyidikan, terutama memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti lainnya,” tegas Koordinator TPDI dan Advokt Peradi itu. (sfn).