Robi Idong dan Alex Longginus Bersaing Ketat Dibayangi Ansar

by -23 Views

SUARAFLORES.NET,–Jelang pilkada Sikka, tiga paket yang bakal bertarung kini saling klaim akan memenangkan pertarungan bergengsi perebutan kursi bupati dan wakil bupati Sikka. Yosep Ansar Rera-Rafael Raga (Arag), Alex Longginus-Stefanus Say (Alex-Stef) dan Robi Idong-Romanus Woga (Roma) sama-sama optimis akan tampil manjadi pemenang.

Menurut pengamat politik Sikka, Thomas Aquino, SH, saling klaim dalam sebuah pertarungan politik adalah wajar dalam demokrasi. Setiap calon pasti harus memiliki target menang, meskipun pasti ada yang akan kalah. Pilkada Sikka kali ini,warnanya berbeda dengan pemilu sebelumnya, namun hadir orang-orang yang sama dengan kemasan baru. “ Kali ini warnanya agak beda, tapi petarungnya orang-orang yang sama, dari mereka biasa-biasa saja tak ada yang luar biasa,” katanya belum lama ini melalui ponselnya.

Baca juga: Ketua DPRD Sikk Ajak Rakyat Budayakan Pemimpin 2 Periode

Dari catatan media ini, tiga paket tersebut (Alex, Ansar-Robi-red), bukan orang baru di pilkada Sikka. Tiga-tiganya adalah pemain yang sudah pernah bertarung di pilkada Sikka sebelumnya. Hanya saja, kali ini formulasinya yang berubah. Dimana, Ansar tampil dengan calon wakil baru Rafael Raga (Ketua Golkar dan Ketua DPRD Sikka), Alex juga tampil dengan kawan baru Stefanus Stef (Anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra), dan Robi Idong yang sebelumnya bermesraan dengan Alex di pilkada lalu, kini berpisah dan menggaet tokoh koperasi, Romanus Woga.

Baca juga: KPU Sikka Kirim Surat Cinta untuk Warga Pemilih

Menurut  Thomas Aquino, dari sisi pemetaan politik wilayah, sudah pasti tiga paket tersebut memiliki basis utama yang bakal dijadikan kantong meraup suara. Ansar-Raga sudah pasti mengandalkan basis utamanya dari wilayah Sikka Lio dan Sikka Timur (Tana Ai). Ini adalah basis utama. Selain itu mereka juga sebagai bupati dan ketua DPRD tentu mempunyai masa pendukung di berbagai kecamatan dari kader-kader Partai Nasdem, Golkar, PKPI, PPP, PKS dan Demokrat, juga dari jaringan keluarga, dan rakyat yang tersentuh oleh program pemerintah selama ini.

Baca juga: Stef Cesar Rancang Gerakan Membangun Sikka Berkarakter

Sementara itu, Alex Longginus dan Stef Say, pasti mengandalkan basis utamanya di Kecamatan Nita yang jumlah pemilihnya sangat besar, dan Kecamatan Bola tempat asal Stef Say. Sebagai kader PDIP tulen, Alex pasti didukung penuh oleh sebagian besar kader dan simpatisan PDIP, demikian halnya Stef Say dari Partai Gerindra di seluruh Kabupaten Sikka. Alex sebagai petarung tiga kali, tentunya harus berjuang keras mengembalikan kepercayaan rakyat yang sempat hilang dan membuat ia terdepak dua kali di Pilkada Sikka. Meski hal itu tidak mudah, namun dengan kehadiran Stef Say, emosi massa akan kejayaan Alex masa lalu bisa saja muncul kembali, tapi itu tidak mutlak.

Baca juga: Robi Idong Pengusaha Muda di Jalur Independen

Sedangkan Robi Idong-Romanus Woga (Roma), yang maju dari jalur independen mempunyai basis utama di wilayah Nelle, Koting, dan sekitarnya yang sudah merasakan tangan dingin mendiang ayahnya Alexander Idong (mantan Bupati Sikka-red). Sebagai petarung muda, ia juga mendapat dukungan banyak dari kalangan muda. Basis utama Robi juga tersebar di semua kecamatan karena Robi maju dengan didukung oleh KTP. Saat ini, ada 25.000 KTP pendukung Roma. Itu artinya, data yang terlihat jika pemilih yang memberikan KTP konsisten memilih Roma, maka Roma sudah mengantongi modal 25.000 suara sebelum pilkada digelar. Berpasangan dengan Romanus seorang pegiat senior koperasi NTT, Indonesia dan internasional, membuat Roma bakal meraup suara dari para pegiat koperasi-koperasi di Sikka.

Baca juga: Komunikasi dengan Hanura Macet, Andre: Kami Bidik Kader Gerindra

Mengenai paket mana yang lebih berpeluang menang, Thomas, mengungkapkan bahwa peluang menang masih berimbang. Namun dari dinamika akhir-akhir ini, setelah Alex-Stef didukung PDIP-Gerindra, maka pilkada Sikka dipastikan seru dan panas.

“Untuk sementara, saya prediksi Alex dan Roma bersaing ketat. Alex menguat karena tidak ikutnya Paulus Nong Susar (PNS) yang terdepak dari Partai Gerindra. Meski belum bisa ditebak sepenuhnya massa PNS mendukung Alex, namun basis PNS di Koting dan sekitarnya akan terbelah ke Alex dan Robi,” kata Thomas.

Baca juga: Paket ROMA Jalan Baru Menuju Sikka Maju dan Hebat

Sementara itu, dari pantauan media ini, Paket Ansar-Raga, juga punya peluang menang besar. Namun, tampil sebagai juara bertahan tentunya itu tidak mudah. Ansar-Raga akan menjadi sorotan publik, terutama hasil kinerja pemerintahan melalui program unggulannya. Karena momentum ini, rakyat pasti mengevaluasi kinerja mereka, baik sebagai bupati dan sebagai Ketua DPRD Sikka. Ini juga menjadi cela “sasaran tembak” oleh Alex dan Robi yang selama ini mengambil sikap oposisi. Alex yang sudah jauh-jauh hari banyak mengeritik kebijakan Ansar, pasti menjadikan isu kegagalan program sebagai “senjata pamungkas.”

Baca juga: Produktivitas Komoditi Unggulan di Sikka Meningkat

Meski demikian, jangan remehkan Ansar-Raga, dengan didukung oleh 6 mesin parpol, jaringan mesin politik Ansar tidak bisa diremehkan. Jika 6 mesin parpol ini maksimal bekerja memantapkan basis utama mereka masing-masing dan pandai memainkan isu, maka bisa merepotkan Alex dan Robi. Bola politik masih terus berputar seiring penetapan KPU Sikka dan musim kampanye nanti. Siapa pandai mengemas isu dan program jitu, maka peluang menangnya lebih besar. enurut sumber-sumber lainnya, salah satu penentu kemenangan paket, juga tergantung siapa yang mampu menggaet para tokoh yang masih mempunyai pengaruh di Sikka, salah satunya mantan bupati Sikka, Sosimus Mitang. Mitang yang mendorong istrinya, Firmina Sedo, maju menjadi calon wakil PNS (koalisi Gerindra-PAN), sudah pasti kecewa lantaran koalisi tersebut bubar dan PNS-Firmina akhirnya terlempar keluar ring pilkada. Kemana Mitang, Firmina dan PNS memberikan dukungan? Belum diketahui secara pasti, namun dari rumor warga yang berkembang, mereka akan mendukung Roma.

Baca juga: Pengusaha Lokal dan Tekanan Persaingan Usaha

Dari rekaman media ini, pada pilkada kali lalu, Mitang kalah dalam pertarungan di putaran pertama. Alex dan Ansar melaju ke putaran kedua.   Alex yang memilih berkoalisi dengan rakyat, tidak melihat Mitang sebagai “juru kunci”kemenangan. Peluang emas itu ditangkap Ansar, dan mengantarnya memenangkan pertarungan. (Korneliusmoanita/sft)