Robi Idong , Mantan Camat yang  Berani Naik Panggung Politik 2018 ( Bagian 1)

by -10 Views

SUARAFLORES,NET,- Fransiskus Roberto Diogo  (Robi Idong), adalah salah satu bakal calon bupati Sikka yang kini sedang mengudara jelang  pilkada  Sikka 2018. Nama pria tinggi, tegap, ganteng, sederhana  dan murah senyum ini seketika melejit ke kampung-kampung dan dusun-dusun kecil sejak tahun 2016 lalu. Anak kandung dari mendiang mantan bupati Sikka Alexander Idong ini, sudah gaul dan merambah menjalar dengan cepat di kalangan orang muda, ibu-ibu, dan para petani di seantero Kabupaten Sikka. Hati dan tangannya yang selalu terbuka menyapa dan menerima siapa saja menjadi modal dasar ia begitu populer dalam ajang suksesi bupati dan wakil bupati 2018.    

Kali ini ia sudah bulatkan tekad untuk maju menjadi calon bupati Sikka 2018, demi satu tujuan mulia membangun Sikka lebih cepat. Pasalnya, menurut Robi, gerak pembangunan yang lebih cepat di bidang kebutuhan dasar, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perekonomian, akan membuat Sikka lebih berkembang dan memburuh ketertinggalan dari daerah lainnya. Baginya, seorang pemimpin tidak cukup hanya berteori dan banyak bicara, tapi harus banyak bekerja dan berada di tengah masyarakat untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan mendesak warganya. Untuk itu, ia sudah bertekad akan bekerja keras  menggunakan sekuat tenaga memanfaatkan segala potensi dan sumber daya untuk bergerak cepat membangun Sikka makin maju.

Dari pantauan Suara Flores  selama ini, figur Robi Idong menjadi figur alternatif baru rakyat Sikka, warga begitu antusias menyambut Robi di setiap kampung-kampung. Seolah-olah mereka meletakan kepercayaan besar pada Robi sebagai tokoh mudah yang akan membawa perubahan baru di Sikka yang selama ini terpenjara dalam belenggu kemiskinan dan korupsi yang terus merajalela.  Mereka menilai sosok Robi yang bersih dari korupsi dapat menyelamatkan Kabupaten Sikka dari serbuan para koruptor yang dari hari ke hari terus menggerogoti dan mengisap darah rakyat Sikka melalui pos-pos anggaran APBD dalam proyek-proyek yang tidak berkualitas dan gagal.

Jaringan rakyat yang bekerja suka rela dalam gerbong besar Relawan Robi Idong, telah lama membangun jejering perjuangan dari kota hingga ke seluruh desa-desa dan dusun-dusun terpencil. Angin perubahan di kepala dan otak mereka terus menderu-deru dan mendorong mereka terus bergerak mengusung nama Robi Idong Sang Putra Sikka menuju singgasana kursi bupati Sikka.” Kami sudah bekerja dari tahun lalu, dan jaringan kami sudah terbentuk di seluruh desa. Kami bergerak dengan apa yang kami miliki dan apa yang ada pada rakyat. Alhasil, saat ini sudah kurang lebih 4.000 lebih jaringan kerja yang terbentuk yang sudah bekerja dengan suka rela memangnkan Robi Idong menuju kursi bupati,” terang Yoseph Karimanto Eri, salah satu tim kerja Robi Idong, ketika ditemui Suara Flores beberapa waktu lalu di kediaman Robi Idong di Nara, Maumere.

Menurut Manto, Robi adalah figur yang diterima seluruh rakyat dari berbagai kalangan, secara khusus di kalangan orang kecil. Keunggulan dia adalah kerendahan hati, bergaul tanpa sekat, dan mampu merangkul. Ia juga jujur dan tulus, sehingga begitu banyak orang yang bersimpati kepadanya. Jika rakyat Sikka merindukan perubahan baru maka hanya Robi pilihannya. Nyali keberaniannya sudah teruji dan terbukti dalam Pilkada Sikka 2013, dimana dia berani berkorban untuk rakyat tanpa pamrih dan tanpa hitung-hitung untung dan rugi. “Saya yakin jika Robi jadi bupati Sikka dia akan melakukan perubahan besar di Sikka, yang selama ini penuh dengan KKN,” tegas Manto yang juga anggota DPRD Sikka Fraksi PKB ini.

Saat ini, dari rekaman Suara Flores di tengah masyarakat Sikka, nama Robi menjadi satu-satunya kader muda di blantika politik Sikka yang sangat diperhitungkan. Bisa dikatakan dia adalah bakal calon bupati fenomenal karena sebagai seorang birokrat yang pernah mendukuki jabatan sebagai Camat Nelle, dia berani memutuskan untuk maju ke panggung pilkada Sikka melawan Bupati Yoseph Ansar Rera yang maju dari Partai NasDem, dan mantan bupati Sikka, Alexander Longginus yang kembali maju kedua kalinya dari PDIP. Dari jam terbang di dunia politik, Ansar dan Alex sudah lebih banyak ‘makan nasi dan minum air politik,’ sedangkan Robi yang kini menjadi kuda hitam bagi keduanya baru tampil kedua kali dalam pilkada, dimana sebelumnya Robi menjadi calon wakil bupati dari Alex Longginus pada Pilkada 2013 lalu.

Robi adalah Robi dan tetap Robi. Ia sudah menaikan bendera perang dan tak akan mundur lagi. Meski berkali-kali ada tawaran dari calon lain di posisi wakil, Robi tidak bergeming sedikit pun. Beberapa kali, bekas mantan calon bupati Alex melobi agar Robi kembali di posisi wakil (kembali berduet dalam  Paket Alex-Idong Jilid II, namun Robi menolaknya. Walau Robi telah menolak secara santun, namun Alex tak putus asah terus berkomunikasi dengan Robi melalui politisi PDIP, Andreas Hugo Parera yang pernah bertemu di rumah Alex Longginus silam. Selaras dengan Alex, rupanya Andre politisi Senayan asal Sikka ini menilai Robi punya potensi besar untuk kembali mengantar Alex bertarung dalam pilkada kali ini untuk mengalahkan Ansar Rera.

Lalu apa alasan Robi tidak mau kembali berduet dengan Alex Longginus? Terbersit mencuat ke ranah publik, ada sejumlah alasan mendasar yang bagi Robi tidak etis untuk di lempar ke ranah pubik. Meski demikian, terbaca di raut wajah Robi, ada selaksa “amflop kekecewaan.” Apakah amflop itu? Bukan sekedar finansial yang lumrah dalam dunia politik tapi soal jiwa besar dan kerendahan hati. Bagi Robi, kerendahan hati adalah juga kunci seseorang bisa menang dan kalah dalam taktik dan strategi perjuangan besar. “Tekad saya sudah bulat untuk maju menjadi calon bupati. Tim saya sudah bekerja lama, dan saya yakin kami akan lolos,” kata mantan  Camat Nelle, yang kini menjadi Sekretaris Sat Pol PP di Setda  Sikka ini,  di kediamannya beberapa bulan lalu. (Bersambung ke bagian II…)(tim/sft)

   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *