Selestinus Sebut KPK Hanya Berani Tangkap Marianus Sae

by -14 Views
Suara Flores

JAKARTA, SUARAFLORES.NET–Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan KPK, sebuah model mengungkap dan menemukan kejahatan korupsi dan pelakunya dengan cara cepat. Langkah ini membutuhkan biaya yang cukup besar, sebagaimana kasus yang menimpa Bupati Ngada, Marianus Sae, secara spectakuler berhasil dilakukan oleh KPK.

Namun, tidak semua kasus korupsi ditangkap melalui OTT. KPK harus memprioritaskan penyelidikan kasus korupsi NTT secara “pro justitia”, berdasarkan laporan masyarakat NTT.

Demikian hal ini diungkapkan oleh Petrus Selestinus, seorang pengacara asal Maumere di Jakarta melalui rillis yang diterima Suaraflores.net, Minggu (18/02/2018).

“Masih banyak pejabat di NTT terlibat kasus korupsi. Masyarakat sudah buat laporan. Kami minta KPK segera melakukan penyelidikan. Jangan hanya berani tangkap Marianus Sae saja,” tegas Selestinus, pengacara yang berani membongkar kasus-kasus korupsi dari Pulau Flores.

Baca juga: Marianus, Kepala Daerah NTT yang Pertama kena OTT KPK

Selestinus berharap agar KPK prioritaskan atas laporan-laporan masyarakat, terkait keterlibatan sejumlah pejabat dalam kasus korupsi. Bahwa, ada pelaku korupsi lama sudah rapih membungkus jejak kejahatannya melalui Tindak Pidana Pencucian Uang. Bahkan sekarang tampil dan bertindak sebagai pahlawan dalam pemberantasan korupsi.

Disebutkan Selestinus, sejumlah pejabat pusat, provinsi dan kabupaten/kota di NTT mulai dari Setya Novanto, Bupati Manggarai Barat, Bupati Sikka, Bupati Ende, Bupati Nagekeo, sudah dilaporkan oleh masyarakat ke KPK atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi. Sejumlah pejabat yang disebutkan, menurut Selestinus, bertindak menyimpang dari UU dan tindakan lainnya yang secara tidak langsung merugikan keuangan negara. Tetapi proses  penyelidikan dan penyidikan yang ditunggu oleh masyarakat hingga saat ini belum dilakukan oleh KPK, tanpa alasan dan pertangungajawab kepada masyarakat atau pelapor.

Baca juga: 25 Pasangan Selingkuh Ditangkap, Ada yang Sedang Gituan di Kuburan

Belum diketahui pasti laporan kasus apa yang dimaksudkan Selestinus, namun baginya KPK tidak boleh bertindak setengah hati dalam pemberantasan korupsi di NTT. Jika sikap KPK dalam pemberantasan korupsi , hanya berharap dari OTT, maka sebagian besar koruptor akan menari dan berpesta pora merayakan kemenangan dan keselamatannya.

“Ini membuktikan bahwa koruptor sedang menari-nari di NTT. KPK seakan-akan tidak menindaklanjuti  penyelidikan KPK secara “pro justitia”.  KPK masih bungkus rapih kejahatan pejabat dari masa lalunya atau karena peran orang kuat di Jakarta yang bertindak sebagai backingnya. Ini tidak boleh terjadi,” ujar Selestinus. (sfn02).