Sosimus Mitang dan Lando Mekeng, Dua Tokoh Sikka Yang Patut Dikenang

by -1 Views

(Mengenang Kepergian Drs. Sosimus Mitang dan Drs. Landoaldus Mekeng)

Drs. Sosimus Mitang dan Drs. Landoaldus Mekeng adalah dua tokoh Sikka sekaligus putra terbaik Kabupaten Sikka yang dikaderkan oleh Bupati Laurensius Say dan Daniel Woda Pale. Berita kematian kedua tokoh dengan back ground kepamongprajaan itu, cukup menghentak warga Sikka dan KBM JAYA di Jakarta. Pasalnya, Drs. Sosimus Mitang maupun Drs. Landoaldus Mekeng merupakan tokoh pemimpin Sikka yang ketika masih aktif dalam pemerintahan maupun sesudah meninggalkan kursi birokrat (sempat menjadi anggota legislatif, selalu dekat dengan masyarakat.

Keduanya memiliki karakter yang hampir sama, yaitu komunikatif, tegas dan merakyat dalam kesehariannya. Sosimus Mitang mengakhiri karir politiknya sebagai Bupati Sikka 2008-2013, sedangkan Landoaldus Mekeng mengakhiri karir politiknya sebagai Anggota dan Wakil Ketua DPRD Sikka periode 2009 hingga 2014.

Publik Sikka sangat mengenal sosok Sosimus Mitang dan Landoaldus Mekeng sebagai sosok pemimpin yang rendah hati namun tegas dalam memimpin dan mengelola Pemerintahan Daerah Kabupaten Sikka maupun di tempat-tampat lain sebelum ke duanya mengakhiri karir politiknya di Sikka.

Drs. Sosimus Mitang

Sosimus Mitang sebelum menjadi Bupati Sikka pernah menjadi Kepala Perwakilan Pemda Provinsi NTT di Jakarta pada era 1980-an. Selama menjadi Kepala Perwakilan Pemda Provinsi NTT di Jakarta, Sosimus Mitang banyak melakukan inovasi di bidang budaya yang dimulai dengan mendirikan Sanggar Tari Khas NTT di Jakarta. Tidak itu saja, Sosimus juga secara berkala membuka dialog dengan para tokoh masyarakat NTT khususnya dengan KBM.JAYA di Jakarta tentang persoalan sosial yang menjadi tanggung jawab sosial Pemda NTT dan KBM.JAYA di Jakarta.

Ketika KBM JAYA dipimpin oleh J. Blasius Bapa di era tahun 80-an, secara berkala dilakukan dialog antara KBM JAYA dengan Kepala Perwakikan Pemda Provinsi NTT, terutama membahas kerja sama dalam bidang budaya, seperti tarian-tarian tradisional Sikka (Hegon, Tua Reta Lou dll), alat musik tradisional Gong Waning, seiring dengan pembentukan sanggar tari yang diisi oleh putra putri asal Sikka yang kuliah di Jakarta. Selain itu, sering dilakukan pentas acara seni budaya NTT di Anjungan NTT di TMII Jakarta Timur, sehingga masyarakat NTT di Jakarta khususnya KBM JAYA  merasa makin dekat dengan persoalan budaya di kampung halamannya yaitu Nian Sikka Maumere.

Buka Isolasi Desa Tertinggal

Saat menjabat sebagai Bupati Sikka, Sosimus banyak membangun infrastruktur jalan di desa-desa yang sekaligus membuka desa-desa yang terisoliasi akibat belum tersedianya akses jalan yang dapat menghubungkan desa yang satu dengan desa yang lain. Selain itu, ia juga membuka jalan antara desa dengan kecamatan dan antara desa dengan pusat kota khususnya akses pelayanan kesehatan, pendidikan dan akses ekonomi dan pertanian.

Prinsip membangun dari desa merupakan tagline kampanye Sosimus saat pilkada 2008 dan itulah yang mengantarkan Sosimus dan Dami Wera sebagai pasangan terpilih  sekaligus menyingkirkan ambisi Aleks Longginus (incumbet) yang maju berpasangan dengan dr. Henyo Kerong dari kontestasi Pilkada 2008. 

Lando Tetap Profesional dan Konsisten

Drs. Landoaldus Mekeng (flobamora.net)

Lain Sosimus, lain pula Lando Mekeng. Hal yang menarik dari Lando Mekeng adalah saat Sosimus terpilih dan menjabat sebagai Bupati Sikka 2009-2014, Landualdus Mekeng menjabat sebagai Anggota DPRD sekaligus Wakil Ketua DPRD Sikka, di situ Lando Mekeng tetap konsisten memperlihatkan sikap profesionalismenya terutama memisahkan secara tegas antara urusan pertemanan sebagai sama-sama kader Bupati Laurensius Say dan Daniel Woda Pale. Di satu pihak dengan urusan fungsi dan peran DPRD, yaitu fungsi representasi rakyat dengan tiga peran utama yaitu, kontrol, bugeting dan legislasi, di pihak yang lain,Lando Mekeng tetap kritis dan konstruktif terhadap kebijakan Bupati Sosimus Mitang yang sempat mau diiterpelasikan oleh DPRD Sikka pada waktu itu.

Sosimus Mitang dan Landoaldus Mekeng telah memperlihatkan kepada kita semua bahwa ketika menjadi pemimpin, mereka tetap mengedepankan etika dan profesionalisme dalam memimpin Sikka. Hal itu karena mereka memiliki pengetahuan kepamongprajaan yang mumpuni dan mewarisi gaya kepemimpinan L Say dan Daniel Woda Pale sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sikka pada jamannya, sehingga ketika dalam memimpin Sikka, baik Sosimus Mitang maupun Lando Mekeng tetap berpegang kepada prinsip Etika dan Moral sebagai basis utama dalam memimpin daerah.

Selamat jalan Moat Sosimus Mitang dan Laondoaldus Mekeng, jasa-jasa dan sikap yang menjadi teladan akan  tetap dikenang, semoga Tuhan memberikan yang terbaik bagi Sosi dan Lando.

*Penulis: Petrus Selestinus, SH: Advokad Peradi dan Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Tinggal di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *