Staff Khusus Menteri Yasona Laoly Ini Tolak Jadi Dubes Demi NTT  

by -10 Views

KUPANG, SUARAFLORES.NET,–Tak semua orang menolak tawaran untuk menjadi duta besar dengan gaji dan fasilitas lengkap di luar negeri, kecuali Josef A. Nae Soi. Hanya demi NTT, sebuah provinsi miskin di Indonesia, ia mengabaikan jabatan sebagai duta besar Brasil dan memilih pulang kampung meskipun hanya menjadi calon wakil gubernur mendampingi Viktor Laiskodat.

Sikap Staff Khusus Menteri Hukum dan HAM (Menhukham) RI, yang adalah politisi senior dari Partai Golkar ini, dipuji banyak orang. Meskipun rugi besar menolak permintaaan menjadi duta besar, mereka menilai sikap Nae Soi menunjukan ketulusan cintanya terhadap tanah kelahirannya.

Juliana Laiskodat (istri Viktor Laiskodat), menerangkan bahwa sebenarnya Josep Nae Soi sudah dilantik menjadi duta besar Brasil. Presiden Jokowi sudah menandatangani Surat Keputusan (SK) Duta Besar Brasil. Namun, SK tersebut ditolak santun oleh Nae Soi karena mau mengabdi untuk rakyat NTT.

“Seharurnya Pak Nae Soi sudah dilantik sebagai duta besar Brasil, SK presiden sudah ada. Tapi beliau tolak dengan alasan mau mengbdi untuk kampung halamannya NTT, kata Juli seperti dilansir NTTsatu.com, belum lama ini.

Baca juga: Andre Kore Minta Kontraktor Jaga Kualitas Proyek

Saat ini kata Julie, Yosep Nae Soi merupakan Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM RI. Sampai sekarang belum mengajukan ijin untuk mengundurkan diri karena tidak diperkenankan untuk mundur oleh Yasona Laoly, Menteri Hukum dan HAM.

Nae Soi sendiri, di berbagai tempat mengutarakan, andai saja ia lebih mementingkan diri, maka ia pasti memutuskan menerima tawaran Presiden RI, Ir. Joko Widodo menjadi duta besar Brasil. Namun, setelah melalui pergumulan dalam doa, ia memutuskan menolaknya, dan pulang kampung bersama Viktor Laiskodat maju bersama Viktor Laiskodat demi membangun NTT.

“Kalau saya mau pikir diri sendiri, saya pasti terima tawaran itu. Tapi setelah saya renungkan, maka saya lebih memilih pulang. Saya bersama Viktor mau membangun NTT lebih baik dari hari ini agar tidak lagi menjadi provinsi yang dijuluki termiskin dan terkorup,” ungkap Nae Soi, dalam diskusi di Kupang, belum lama ini.

Baca juga: Pemimpin Baru Diminta Lanjutkan Pembangunan Turap Waioti

Dikatakan Nae Soi, meskipun memilik sumber daya alam yang luar biasa, NTT masih tetap miskin. Untuk itu, sekarang saatnya rakyat NTT bangkit dengan pemimpin baru yang jujur, tegas dan berani melakukan terobosan-terobosan baru di berbagai bidang.

“Kita harus merasa malu, NTT selalu disebut termiskin dan terkorup, sekarang saatnya kita bangkit. Kita harus kelolah pariwisata menjadi mesin uang, kita harus kelolah laut (garam dan ikan) menjadi lokomotif ekonomi kita. Kita juga harus bangkit mengelolah energi panas bumi untuk memenuhi kebutuhan listrik. Dan untuk itu, saya dan Viktor sudah menyiapkan investor untuk mengelolahnya,” paparnya.

Persoalan utama yang membuat NTT lamban bergerak maju, adalah pemimpin. Maju mundurnya sebuah daerah ditentukan oleh pemimpinnya. Jika pemimpinnya lebih mementingkan diri, maka sudah pasti NTT tidak akan maju. Untuk itu, jika rakyat NTT memberikan mandat maka ia memastikan akan menciptakan birokrat bersih dari korupsi.

“Kami akan benahi birokrat. Kalau kami diberikan kepercayaan, maka korupsi di NTT kita bersihkan. Tidak boleh ada korups di NTT. Kami akan membangun birokrat bersih dari korupsi, tentunya tegas pada masalahnya dan ramah dalam cara. Malu kita, kok tingkat pembangunan manusia rendah sedangkan korupsi tinggi” ujarnya.

Baca juga: Mungkinkah Pembangunan Infrastruktur NTT Selesai Dalam Tahun?

Kebutuhan yang paling mendasar bagi rakyat NTT saat ini, tambah Nae Soi, adalah jalan, air dan listrik.  Setiap hari, setiap waktu selalu ada keluhan rakyat dimana-mana. Namun, alasan utama dan klasik sumber dana tidak ada. Untuk itu, ia mengatakan, konsep dan program sudah disiapkan, namanya “JALA” (jalan, air dan listrik). “JALA” sudah menjadi program prioritas.

“Banyak sekali jalan rusak, alasannya uang tidak ada. Uang itu banyak, kita akan membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan dan investor untuk membangun jalan lebih baik dan listrik lebih baik. Tuhan Allah sudah beri kita panas bumi Atadei, Mataloko dan Ropa. Kami akan datangkan investor agar listrik kita tidak mati terus,”kata politis yang santun dan rendah hati ini.

Soal kebutuhan air, dia menegaskan bahwa saat ini telah dan sedang dibangun 7 bendungan untuk rakyat NTT. Ke depan, bendungan dan embung akan terus diperjuangkan untuk ditambah pada wilayah-wilayah yang membutuhkan air. Diakuinya, dana mudah diperoleh di pemerintah pusat, namun semua itu tergantung siapa pemimpinnya.

“Cita-cita dan mimpi saya lima tahun ke depan, NTT sudah jauh lebih baik. Kebutuhan dasar seperti jalan, air dan listrik harus bisa diatasi. Namun, saya juga berharap ada dukungan besar dari rakyat karena masalah lahan seringkali menjadi penghambat program,”kata mantan anggota DPR-RI Fraksi Partai Golkar ini. (bkr/sft)