STC Perkenalkan Aplikasi MEDSINC Untuk Diagnosa Balita Sakit

by -20 Views

WAIKABUBAK, SUARAFLORES.NET,- Selama dua hari para Pengelola MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) dari 10 Puskesmas di Kabupaten Sumba Barat belajar cara mengoperasikan aplikasi Medsinc untuk mendiagnosa balita sakit. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Save The Children (STC) Sumba bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat sejak Jumat (28/6) lalu memperkenalkan aplikasi Medsinc kepada para pengelola MTBS (Manajemen Terpadi Balita Sakit) dari 10 Puskesmas di Kabupaten Sumba Barat.

Aplikasi Medsinc ini sangat membantu para pengelola MTBS untuk mendiagnosa balita sakit dan bisa mengambil tindakan secepatnya. Kegiatan Pelatihan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, Marthen Kornelis Naha mewakili Kepala Dinas Drg. Bonar B. Sinaga, M.Kes bertempat di aula GKS Waikabubak. 

Pada hari pertama para peserta diperkenalkan dengan manfaat dan teknis pegoperasian aplikasi di handphone android, dan pada hari kedua para peserta melakukan praktek di puskesmas. Sekretaris Dinas Kesehatan, Marthen Karnelis Naha, menyambut baik dan berterima kasih kepada STC yang sudah membantu dan mendukung pemerintah daerah dengan teknologi baru aplikasi Medsinc. Aplikasi ini, kata Sekretaris Dinas Kesehatan, akan membantu dan memperlancar tugas-tugas penanganan balita sakit di puskesmas atau rumah sakit. 

Fasilitator Pelatihan Medsinc, Apry Selwin Leokuna, menjelaskan, setiap anak yang datang di puskesmas atau di Poli MTBS akan didiagnosa dengan menggunakan aplikasi ini. Cara kerja aplikasi ini adalah orang tua atau pengasuh mengantar balita ke puskesmas dan diperiksa oleh tenaga kesehatan menggunakan Medsinc. Selanjutnya, hasil pemeriksaan akan diunduh ke dalam Data Sinc. Hasil Analisa ini akan menjadi pedoman untuk melakukan tindakan medis dan atau pengobatan. Aplikasi ini juga dapat merujuk anak sesuai dengan klasifikasi atau tingkat keparahan penyakit. Misalnya, merujuk ke RSUD Waikabubak atau RSU Lende Moripa dan Rumah Sakit Pratama Hobakala. 

“Peserta antuasias namun ada beberapa kekhawatiran. Misalnya, menambah beban kerja di Puskesmas. Namun, hal ini sebenarnya dapat mempersingkat kerja Nakes di puskesmas karena hasil Analisa dapat langsung berupa laporan yang akan dikirim ke puskesmas masing-masing. Selanjutnya, aplikasi ini memiliki keuntungan karena tidak menggunakan kertas. Jadi, lebih ramah lingkungan, “jelas Selwin. 

Aplikasi Medsinc ini, kata Selwin, sudah pernah digunakan di Negara Bangladesh. Hasilnya cukup bagus dan bisa memperlancar tugas para pengelola MTBS. Negara kedua yang  baru mau menggunakan aplikasi Medsinc adalah Negara Indonesia, Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Sumba Barat. Namun, ini masih dalam tahap uji coba. Kalau hasilnya baik maka bisa saja ke depan kita gunakan aplikasi ini. 

Koordinator Program MNCHN (Maternal New Born Child Health and Nutrition) ini menambahkan, penggunaan aplikasi ini mengacu pada konstelasi layanan dan praktik untuk melindungi dan mempromosikan layanan MTBS. Untuk mendukung program ini, sebuah patform yang telah diimplementasi di Bangladesh, khususnya dalam mengatasi masalah kesakitan anak yang dapat menyebabkan kematian bayi dan anak di bawah 5 tahun. Platform MEDSINC (Platform Medical Evaluation and Diagnostic System for Infant Newborn and Children).

Platform ini diterapkan oleh tenaga kesehatan untuk menilai anak-anak yang sakit dan menentukan penyakit mereka dan berhasil melakukan penilaian klinis serta menghasilkan pengobatan dan rujukan dalam mode offline. Karena Platform MEDSINC yang efektif di Bangladesh, maka Save the Children akan menerapkan dan menguji coba platform ini. Oleh Karena itu, melalui program MNCHN-Sponsorship, pihaknya menggelar pelatihan uji coba aplikasi MEDSINC bagi Nakes untuk 10 Puskesmas.

Pelatihan ini, kata Selwin, diharapkan dapat membantu Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat dan puskesmas, khususnya dalam melakukan deteksi dini melalui diagnose yang terpadu dan pelaporan otomatis berbasis teknologi serta, meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan orang tua atau pengasuh dari Balita melalui upaya promosi dan preventif. 

Tujuan pelatihan adalah dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nakes dalam mendiagnosis penyakit anak dengan menggunakan teknologi (mobile health). Selain itu juga untuk mendapatkan pengetahuan dan memberikan demonstrasi langsung tentang aplikasi berbasis Tab pada Nakes 10 Puskesmas. Dengan demikian diharapkan melalui pelatihan ini akan nada peningkatan pengetahuan khususnya platform MEDSINC. Platform medis terintegrasi seluler yang dapat membantu petugas kesehatan masyarakat untuk menilai kesejahteraan anak dan merujuk ke rumah sakit / klinik kesehatan yang sesuai. Nakes yang telah mendapat pelatihan MEDSINC dapat mempraktekkan dalam  menggunakan aplikasi MEDSINC di masing-masing Puskesmas. (SFn-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *