Tegal Kartu Keluarga, Anak Buruh Bangunan Tak Kuliah dan Batal Terima Beasiswa

by -20 Views

KUPANG, SUARAFLORES.NET,–Sial benar nasib Dominikus Taek (55), anak perempuannya tak dapat masuk perguruan tinggi karena Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Kupang,belum terbitkan Kartu Keluarga.Dominukus yang adalah warga RT 21/ RW 06, Dusun III, Desa Penfui Timur, Kecamatan Amfoang ini merasa geram dan sangat kecewa karena putrinya pun tidak dapat menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari program Presiden Joko Widodo. 

“Saya kecewa sekali terhadap pelayanan Dispenduk Kabupaten Kupang, pelayanan mereka sangat buruk dan anak saya gagal masuk kuliah tahun ini. Anak saya juga tidak diberikan beasiswa lantaran tidak punya identitas jelas alias kartu keluarga dari Dispenduk,” kata Dominikus yang menemui media ini, Rabu ( 6/11/2017) di Kupang.

Dominikus yang adalah seorang buruh bangunan ini mengungkapkan, dirinya sudah memenuhi seluruh persyaratan yang diminta, namun hingga hari ini kartu keluarga bagi keluarganya belum diterbitkan. Padahal, lanjut dia, proses pengurusannya sudah dari bulan Mei 2017 lalu.  Dimana ada 6 nama KK yang dikirik oleh Pemerintah Desa Penfui Timur ke Kantor Dispenduk Kabupaten Kupang.

“Nama saya dan lima nama lainnya sudah direkomendasikan Kepala Desa Penfui Timur, Kaleo Pasnome pada bulan Mei 2017 lalu, tapi sampai hari ini belum diterbitkan. Padahal, dua nama lainnya dari enam nama yang dikirim sudah diterbitkan. Saya mondar-mandir tiap minggu ke Oelamasi tapi mereka selalu bilang tunggu saja. Saya tunggu terus sampai sekarang malah makin tidak jelas. Anak perempuan saya yang sulung sekarang hanya di rumah saja dia tidak bisa kuliah tahun ini hanya gara-gara kartu keluarga,” ungkap  ayah 7 anak tersebut dengan nada keras.

Dominikus yang udah menetap di Desa Penfui Timur hampir belasan tahun ini mengaku pada awal mengurus kartu keluarga, dia diminta oleh pemerintah desa untuk mengurus pernikahan dulu, dan ia kemudian menikah secara resmi. Setelah menikah ia pun mengurus KTP dan kartu keluarga, namun prosesnya sampai saat ini belum selesai.

Disentil apakah pegawai Dispenduk meminta uang pelicin supaya kartu keluarga cepat keluar, Domi mengatakan selama ini mereka tidak minta uang. Kalau pun diminta membayar, Domi menegaskan dia siap membayar yang penting kartu keluarga bisa diterbitkan.

Ibu Oky, salah satu warga Desa Penfui Timur, membenarkan keberadaan Dominius sebagai warga yang sudah lama menetap di Desa Penfui Timur. Dia juga menyangkan terjadinya diskriminasi dalam penerbitan kartu keluarga bagi Dominikus Taek.

“Iya pak, dia sudah lama tinggal di sini. Kasihan juga anaknya tidak bisa kuliah dan tidak bisa dapat beasiswa hanya gara-gara tidak ada kartu keluarga. Saya berharap Dispenduk segera menerbitkan lebih cepat sehingga tidak merugikan warga. Dia sudah mondar-mandir terus tapi tidak tahu apa alasannya sampai belum diterbitkan. Bukan dia saja, tapi juga beberap warga lainnya,” kata Ibu Oky ketika mendampingi Dominikus bertemu Suara Flores.

Mengenai kasus ini, pihak Dispenduk Kabupaten Kupang hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasimasi. Informasi yang diperolah media ini, para pegawai yang mengurusi kartu keluarga jarang berada di kantor. (bkr/sft)