Tepis Kristo Tak Ada Uang, Relawan Kristo: Kami didanai rakyat NTT

by -16 Views

KUPANG, SUARAFLORES.NET,–Akhir-akhir ini, isu-isu negatif disarangkan kepada bakal calon gubernur NTT, Kristo Blasin. Salah satu kampanye gelap yang terus dilakukan untuk menjegal Kristo adalah terus diisukan dari NTT hingga DPP PDIP bahwa Kristo calon gubernur miskin yang tidak perlu didukung karena tidak ada uang. Hal tersebut tidak membuat Barisan Relawan Kristo (Bara Kristo) lari dan mundur dari perjuangan.

Ketua Barisan Relawan Kristo (Bara Kristo), Andreas Goru, menegaskan, saat ini tidak ada cara lain lagi bagi para oknum politisi untuk menjegal dan menjatuhkan Kristo Blasin. Salah satu cara yang terus dimasifkan adalah Kristo survey rendah dan Kristo tidak ada uang. Baginya, isu-isu negatif itu sebagai upaya untuk mendapuk calon lain yang diduga telah membawa uang berkarung-karung  untuk maju di Pilkada Gubernur NTT 2018 nanti.

“Kami sudah merekam berbagai isu, dan isu yang terus dimasifkan adalah Kristo Blasin orang miskin yang tidak ada uang, sehingga dia tidak perlu didukung. Dengan ini kami tegaskan bahwa Kristo Blasin bukanlah patung yang tidak bisa bicara dan tidak punya kemampuan. Kristo mempunyai kekuatan jaringan rakyat yang sudah siap mendanai seluruh aktivitas politiknya ketika sudah ditetapkan PDIP.  Semua sudah siap, begitu direstui partai semua jaringan rakyat akan bergerak cepat dengan berbagai cara positif mendanai Kristo Blasin,” tegas Goru, yang menghubungi Suaraflores.net, Sabtu (4/11/2017) malam.

Dibeberkannya, selama pergerakan perjuangan Kristo Blasin, sejak tahun lalu, memang isu-isu negatif tersebut terus dimainkan agar Kristo tidak masuk dalam bursa pencalonan. Namun, puji Tuhan, sampai hari ini nama Kristo Blasin sudah tembus ke DPP PDIP dan tinggal menunggu Ketua Umum DPP PDIP memutuskan. Menurutnya, gerakan perjuangan Kristo Blasin ini adalah gerakan bersama rakyat NTT. Meski tertatih-tatih, begitu banyak rakyat NTT yang telah berkontribusi dengan berbagai cara.

“Kami merasa terharu dengan berbagai dukungan yang diberikan rakyat NTT dari berbagai latar belakang. Ada yang menyiapkan baliho, ada yang menyiapkan stiker, ada yang menyiapkan tiket pesawat, ada yang menyiapkan konsumsi, ada yang menyiapkan motor dan mobil dan lain-lain untuk mendukung perjuangan bersama Kristo Blasin menuju kursi gubernur NTT. Ini fakta yang luar biasa, hanya saja belum saatnya kami publikasi ke publik terkait dengan dukungan dan bantuan rakyat NTT. Sampai saatnya, bila sudah ditetapkan, kami akan membuka Rekening Gotong-royong ,” bebernya.

Sebelumnya, Kristo Blasin, dalam pertemuan di kediamannya, Penfui Kota Kupang, menegaskan bahwa tanggungjawab melahirkan pemimpin bukan tanggungjawab pemimpin itu sendiri. Lahirnya seorang pemimpin rakyat adalah tanggungjawab dari seluruh rakyat. Oleh karena itu, menurut dia, seluruh rakyat NTT harus terlibat aktif dengan berbagai cara mendukung lahirnya seorang pemimpin melalui perjuangan bersama, agar pemimpin yang dilahirkan itu ingat akan rakyatnya.

“Saya sudah puluhan tahun urus pilkada. Saya tahu betul pilkada itu (bagi calon) butuh banyak dana. Pernyataan kita dari mana dana begitu banyak ia kumpulkan. Padahal dirinya hanya pejabat biasa yang sudah jelas diketahui pasti berapa gajinya tiap bulan. Oleh karena itu, saya mau ajak rakyat NTT untuk berjuang bersama-sama. Uang adalah jembatan, tapi uang bukan tujuan. Jika tujuan kita adalah NTT sejahtera untuk anak cucu kita, maka kita bersatu bahu-membahu satu dengan yang lain dalam semangat gotong-royong. Mengapa itu perlu, agar saya sadar bahwa saya menjadi pemimpin bukan karena kemampuan saya sendiri, tapi karena kekuatan rakyat,” papar Kristo Blasin.

Ditegaskannya, jika DPP PDIP merestuinya menjadi calon gubernur NTT, maka dirinya memastikan kepada rakyat NTT jika terpilih maka ia akan bekerja total untuk rakyat NTT. Dia pun berjanji akan melaksanakan seluruh program Presiden Ir. Joko Widodo dan melanjutkan program Gubernur NTT, Frans Lebu Raya yang sudah dirasakan rakyat, seperti Anggur Merah. Dia juga memastikan tidak akan bergaya hidup mewah di tengah penderitaan rakyat NTT.

“Yang pasti saya tidak akan memperkaya diri. Saya tidak akan membeli mobil baru dan membangun rumah baru. Saya akan bekerja total menjalankan program-program yang sudah kami siapkan, dan tentunya mengamankan program Jokowi dan Frans Lebu Raya yang sedang berjalan,” tutup pria santun dan selalu tampil sederhana itu. (bkr/sft)