Tim Pawoda dan YSTC Sumba Barat Scale Up 10 Model PAUD HI

by -13 Views

SUARAFLORES.NET,–TIM Taman Pawoda Kabupaten Sumba Barat, dalam tahun anggaran 2019 melakukan scale up atau pengembangan 10 model layanan PAUD HI (Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif) di 10 desa contoh.

Kesepuluh desa contoh dimaksud adalah TK Kristen Desa Kabukarudi, PAUD Tailelu Desa Watukarere, PAUD Barabedang Desa Katikuloku, PAUD Harapan Baru Desa Baliledo, TK Kristen Cinta Kasih Desa Waihura, PAUD Kasih Desa Ubupede, PAUD Tana Nyale Desa Harona Kala, PAUD Imanuel Desa Tebara, PAUD Ombarade Desa Manukuku dan PAUD Surya Harapan Desa Beradolu. Kesepuluh PAUD Model Layanan PAUD HI ini tersebar di enam kecamatan. Pengembangan 10 model layanan PAUD HI ini terungkap dalam pertemuan koordinasi Taman Pawoda Kabupaten Sumba Barat yang berlangsung pada Selasa, 19 Maret 2019 bertempat di aula rumah jabatan Bupati Sumba Barat. 

Hadir dalam pertemuan ini adalah para anggota Taman Pawoda Kabupaten yang terdiri dari Kepala Bappeda Sumba Barat, Titus Diaz Liurai, S.Sos,MM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Jefry Dapamerang,SP,MM, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Jimmi Dima, Bunda PAUD Kabupaten Sumba Barat, Dra. M.H.W. Monteiro, serta sejumlah kepala bidang, kepala seksi dari dinas-dinas terkait, perwakilan Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) mitra Save The Children serta Wakil Direktur Stimulan Institut, Maklon F. Killa dan para stafnya. Dalam pertemuan koordinasi ini, semua dinas yang terkait dengan layanan PAUD HI bersama YSTC dan Stimulan menyampaikan program dan kegiatan yang mendukung layanan PAUD HI beserta alokasi anggarannnya. 

Bunda PAUD Kabupaten Sumba Barat, Dra. M.H.W. Monteiro, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada semua dinas dan LSM yang sudah mendukung terlaksananya PAUD HI di Kabupaten Sumba Barat. Menurut Bunda PAUD Sumba Barat ini, program pengembangan anak usia dini secara holistik dan integrative telah digagas sejak tahun 2008. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS telah menyusun Strategi Nasional Pengembangan Anak Usia Dini Holisik Integratif lalu diperkuat dengan ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 60 tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI). Sebelumnya, melalui Kementerian Dalam Negeri juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Permendagri) Nomor 19 Tahun 2011 mengamanatkan tentang Pengintegrasian Layanan Posyandu, PAUD dan BKB.

Sementara itu, di tingkat Kabupaten Sumba Barat, implementasi dari Program PAUD HI sudah mulai dikembangkan oleh pemerintah bekerjasama dengan YSTC mitra Save The Children International sejak tahun 2016. Proses implementtasi dimulai dengan pembentukan Gugus Tugas PAUD HI yang dalam konteks Sumba Barat telah sepakat dinamai dengan Taman Pawoda baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat desa. Pada tahap awal, PAUD HI ini diujicobakan di 6 lokasi yang tersebar di 6 kecamatan. Keenam lokasi yang menjadi desa contoh layanan PAUD HI adalah Kecamatan Wanukaka di Desa Rua berpusat di PAUD Buhangu Bolu. Kecamatan Lamboya di Desa Ringurara berpusat di PAUD Mandiri. Kecamatan Laboya Barat di Desa Patiala Dete berpusat di PAUD Kade Koka. Kecamatan Kota Waikabubak di Desa Kodaka berpusat di PAUD Debora. Kecamatan Loli di Desa Doka Kaka berpusat di PAUD Sayang Anak. Kecamatan Tanarighu di Desa Malata berpusat di PAUD Manu Ate. 

Dalam pelaksanaan PAUD HI di desa-desa contoh tersebut, jelas Bunda PAUD Sumba Barat, ada banyak kemajuan yang dicapai. Hal ini diperoleh setelah dilakukan monitoring dan evaluasi. Hasil evaluasinya kemudian dirumuskan strategi untuk pengembangan PAUD HI tahun 2017. Pengembangan model layanan atau scale up model PAUD HI kemudian dilanjutkan terus hingga tahun 2018 dan tahun 2019. Untuk tahun 2018, dilakukan di 6 lokasi baru, yakni PAUD Ngindi Ate Desa Lingu Lango, PAUD Buah Hati Desa Tematana, PAUD Lolo Ole Desa Kalimbukuni, PAUD Golgota Desa Hupumada, TK Kristen Mila Ate Desa Laboya Bawa dan PAUD Tunas Baru Desa Taramanu. 

Berbagai kemajuan yang dicapai dari pelaksanaan PAUD HI ini mendorong YSTC bersama Taman Pawoda Kabupaten untuk mengembangkan Desa Model PAUD HI pada tahun 2019. Strategi pengembangan atau Scale-Up PAUD HI ini dilakukan dengan menyasar pada 10 PAUD yang tersebar di 10 desa contoh layanan PAUD HI. Harapannya adalah di setiap desa akan ada intervensi layanan di PAUD baik penimbangan bayi balita, kegiatan harian PAUD dengan pendekatan K-13 PAUD, layanan BKB atau pengasuhan dan layanan perlindungan anak yang dilakukan oleh Kelompok Peduli Anak (KPA). 

Pelaksanaan Scale -Up atau replikasi PAUD HI, lanjut Bunda PAUD Sumba Barat, didukung oleh beberapa kegiatan yang melibatkan banyak pihak dari level Kabupaten hingga ke level desa. Kegiatan ini secara intensif akan dilaksanakan dalam tahun 2019 untuk memastikan proses scale up berjalan sesuai dengan perencanaan. Selain itu, untuk mendukung pengembangan layanan PAUD HI maka Taman Pawoda Kabupaten bersama YSTC akan memperkuat keberadaan desa-desa contoh layanan PAUD HI dengan inisiasi penyusunan Rancangan Peraturan Desa tentang PAUD HI dan Rancangan Peraturan Bupati Sumba Barat tentang penyelenggaraan layanan PAUD HI.

“Hari ini kita akan membahas tentang Taman Pawoda. Taman Pawodda sudah ada sejak tahun 2016, dimana saat itu kami baru menjabat Bunda PAUD yang tujuannya untuk mendukung kegiatan pemerintah yang tidak bisa dicover oleh pemerintah. Pemerintah memberikan perhatian yang besar karena kegiatan ini fokus pada PAUD HI, “ujarnya. 

Di hadapan peserta Bunda PAUD juga menyoroti pentingnya memberikan perlindungan pada anak sebagaimana amanat UU No 23 tahun 2002 yang diperbaharui dengan UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. 

“Sangat penting kehadiran Taman Pawodda, sehingga kita dapat memberikan masa depan yang lebih baik terhadap anak. Target kita bersama adalah tahun 2021 visi semua PAUD akan menjadi PAUD HI. Saya pernah ke Kamboja untuk mewakili Indonesia untuk mempromosikan tentang Taman Pawodda. Setelah pulang itu menjadi beban buat saya, apa yang harus saya perbuat untuk anak-anak Sumba Barat. Nah, hari ini kita akan sampaikan apa saja bentuk dukungan kita terhadap layanan PAUD HI, “ujarnya. 

Ditambahkannya pula, terkait dengan kegiatan BKB atau Bina Keluarga Balita bukan sesuatu yang baru, kelompok ini sudah ada sejak lama. Dari dinas harus memberikan perhatian bagaimana memastikan semua Kelompok BKB bisa aktif melaksanakan pertemuan BKB HI yang terdiri dari 13 pertemuan agar orangtua bisa mendidik anak secara benar. 

Sementara itu, perwakilan YSTC, Beny L. Johan yang juga Community Specialict, mengemukakan, dengan menyampaikan pogram dan kegiatan masing-masing dinas maka hal itu menunjukan komitmen kita masing-masing untuk mendukung pelaksanaan PAUD HI di Sumba Barat. Ditegaskan Beny, PAUD HI atau Taman Pawoda itu adalah program pemerintah atau bukan program YSTC. Layanan PAUD HI itu mencakup 4 komponen yakni kesehatan dan gizi, Pendidikan, pengasuhan dan perlindungan anak. Untuk itu, ia berharap sebagaimana mimpi bersama di tahun 2021 semua PAUD menjadi PAUD HI maka kita semua harus berkomitmen dengan mewujudkan capaian indicator yakni peningkatan capaian perkembangan anak, penurunan jumlah anak bergizi buruk dan penurunan angka kematian bayi dan anak. 

Perumusan Indikator Layanan PAUD HI

Di tempat yang sama, Kepala Bappeda Sumba Barat, Titus Diaz Liurai, S.Sos,MM, mengatakan, ke depan persoalan pembangunan tidak bisa diselesaikan secara partial tetapi harus menyeluruh. Ada aspek yang harus diintervensi dalam PAUD, artinya semua faktor yang mendukung PAUD harus diintervensi. Perlu dijabarkan lebih lanjut rumusan indikator outcomes-nya. 

“Yang kita lakukan adalah untuk mewujudkan visi misi Kabupaten Sumba Barat. Yang kita laukan ini berkontribusi pada pencapaian misi ketiga Kabupaten Sumba Barat.  Karena itu, pendekatannya harus HITS. HITS itu artinya Holistik, Intergratif, Tematis dan Spasial. HITS digunakan dalam implementasi program oleh Organisasi Perangkat Daerah, “terangnya. 

Kepala Bappeda Sumba Barat, menjelaskan, arah pembangunan PAUD periode 2011-2025 adalah pemantapan mutu dimana fundamen SDM berkualitas, standar mutu nasional, standar mutu internasional dan laporan paripurna. 

Sasaran strategi dalam pembangunan Pendidikan PAUD di Kabupaten Sumba Barat harus berorientasi pada meningkatkan mutu pelayanan pendidikan pra sekolah (PAUD dan TK). Starteginya adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pendidikan Pra Sekolah (PAUD dan Taman Kanak-Kanak) dan menigkatkan dan memfasilitasi pembentukan lembaga pendidikan pra sekolah baru. Untuk mewujudkan hal ini maka arah kebijakan yang harus kita lakukan adalah peningkatan kualifikasi tenaga pendidik pra sekolah (PAUD dan TK), peningkatan peran dan fungsi pengawas PAUD, peningkatan ketersediaan sarana dan pra sarana, peningkatan pendirian lembaga pendidikan pra sekolah dan pembentukan PAUD Holistik integrative. 

Dinas PMD Dukung PAUD HI

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Sumba Barat, Jefry Dapamerang, SP,MM, mengatakan, Dinas PMD sangat berkomitmen mendukung penyelenggaraan PAUD HI. Pada tahun 2019, dana untuk kegiatan pengembangan PAUD HI mencapai Rp. 85 Milyar melalui alokasi dana desa. Untuk kader posyandu, Kader BKB dan Kader Desa Siaga mendapatkan insentif setiap bulan sebesar Rp. 200 ribu. Untuk penanganan stunting atau balita pendek termasuk untuk pelaksanaan pemberian makanan tambahan atau PMT balita, kegiatan PMBA, posyandu dan BKB dialokasikan cukup besar hingga Rp 4 Milyar di tahun 2019. 

Dukungan penyelenggaraan PAUD HI juga dikemukakan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sumba Barat, Jimmi Dima. Dikatakannya, di tahun 2019 pihaknya akan focus memberikan perlindungan pada perempuan dan anak yang didiskriminasi, pengembangan forum anak. Sementara itu dari Dinas Pendidikan menyatakan terdapat dua kegiatan yakni ssosialisasi PAUD HI dan Kegiatan pelatihan K-13 PAUD bagi tenaga pendidik dalam bentuk penyusunan instrument pembelajaran. PAUD yang menjadi target adalah PAUD yang akan diakreditasi sebanyak 173 PAUD hingga tahun 2020.

Dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P2KB) juga menyampaikan bahwa di tahun 2019 akan ada Pelatihan BKB HI, pertemuan evaluasi Kader BKB serta monitoring dan evaluasi kegiatan BKB HI. Dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang dilakukan untuk mendukung PAUD HI adalah percepatan akte kelahiran di semua desa. Dari Dinas Kesehatan yang dilakukan adalah penanganan stunting melalui pola menu empat bintang. Dari Dinas Sosial yang dilakukan adalah kegiatan sosiaslisasi perlindungan anak untuk semua PAUD (30 anak untuk setiap PAUD). Dari Sedangkan dari Bagian Hukum Setda akan mendukung terkait penyusunan rancangan peraturan desa tentang layanan PAUD HI dan evaluasi peraturan desa.

Di akhir dari pertemuan tersebut, perwakilan Stimulan Institut, Yenny Djelalu dan Dina dari YSTC menyampaikan program dan kegiatan yang mendukung layanan PAUD HI. Selain itu dari bidang advokasi YSTC, Silvester Nusa juga menyampaikan pentingnya regulasi peraturan desa tentang penyelenggaraan layanan PAUD HI baik di tingkat desa maupun di tingkat kabupaten.  (SFN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *