Tinggalkan Gerindra, Harry Ajo Fokus Jadi Petani Kacang Tak Bermerek

by -13 Views
Suara Flores

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Dalam politik sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin seperti yang dijalankan Harry Ajo, Ketua Dewan Penasihat DPC Partai Gerindra Kabupaten Sikka, Flores. Ia meninggalkan Partai Gerindra dengan alasan utamanya yakni ingin fokus menjadi petani kacang tidak bermerek.

“Saya sudah mengundurkan diri dari Partai Gerindra Kabupaten Sikka. Saya ingin fokus jadi petani kacang. Menjadi petani itu pekerjaan yang sangat mulia dan sehat,” ujarnya.

Anda beralasan bahwa mengundurkan diri dari Gerindra ingin jadi petani, hal apa yang menarik Anda ingin fokus menjadi petani?

“Banyak orang bilang politik itu kejam. Bagi saya politik itu nikmat. Saya ingin fokus menjadi petani kacang. Menjadi petani itu pekerjaan yang mulia. Petani bekerja setiap waktu. Banyak keringat yang keluar dan tubuhnya sehat selalu,” ujar pria bertubuh pendek dan berkaca mata itu.

Anda mengatakan ingin jadi petani kacang tidak bermerek. Bisa dijelaskan?

“Begini, menjadi petani kacang adalah semacam hasrat baru yang menantang apalagi bisa eksis seperti kacang Garuda. Kan itu bisnis yang menggiurkan. Tapi, kacang yang saya usahakan adalah kacang tanah asli Flores yang tidak ada mereknya. Jadi saya lebih enjoy yang tanpa merek  itu. Relasinya dengan politik silakan dicerna to. Biarlah orang menafsirkan sendiri”.

“Sekarang ini sudah rancu. Partai sama saja dengan milik ketua atau orang yang punya duit. Anda bisa bayangkan bahwa ada keputusan partai tapi sebenarnya keputusan satu dua orang yang punya duit, sedangkan pengurus tidak tahu menahu. Terus rakyat bereuforia walau perut lapar. Gile benarrrrr,” ujar pria murah senyum itu.

Baca juga: Prabowo Tiru Donald Trump

Baca juga: “Amunisi” Paket ROMA di Pilkada Sikka

Kepada Suaraflores.net, Harry yang juga salah satu pelaku pariwisata di Pulau Flores menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Partai Gerindra. Ia mengaku bangga karena sempat diberi kepercayaan sebagai Ketua Dewan Penasihat DPC Gerindra Sikka.

“Sebagai kader saya tahu diri, karena kuasa lebih gile dari nurani. Lebih baik dan bijak memilih jalan lain walaupun itu juga ada durinya. Adalah sebuah pilihan bertahan atau pergi sama – sama nikmat dengan duka dan suka. Saya mohon maaf atas segala kekhilafan selama bersama di Gerindra,” tandasnya.

Untuk diketahui, Harry Ajo saat ini sedang membuka kebun di Nilo, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. Hampir setiap hari ia mengenderai mobilnya yang sudah tua menuju Nilo. Ia mengaku sudah menanam kacang dan saat ini sudah panen.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sikka, Marsel Litong menjelaskan bahwa pengunduran diri adalah hak setiap kader. Namun ia berharap semua kader tidak mengambil langkah pengunduran diri. Keputusan partai dari pusat telah ada, maka diharapkan semua kader dengan hati tenang dan menerima keputusan partai.

“Saya belum tahu kalau ada kader yang mengundurkan diri. Hanya Pak Nong Susar yang kirim surat pengunduran diri. Saya berharap itu tidak terjadi sebagai kader yang ingin maju. Ada peluang-peluang lain yang kita persiapkan karean partai ini sudah tidak ada orang lagi. Saya pun sudah tua,” harap Marsel di Kantor DPC Gerindra belum lama ini.(sfno2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *