Titik Nadir Partai Golkar dan Pemimpin Baru yang Bebas Korupsi

by -15 Views
Suara Flores

JAKARTA, SUARAFLORES.NET – Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov) kini dalam tahanan KPK atas kasus dugaan korupsi E-KTP. Penahanan Setnov oleh KPK mengungkap sejumlah dinamika politik di internal Golkar menjelang pemilihan Presiden 2019 mendatang. Golkar kini pada titik nadir karena diselimuti dugaan korupsi. Menghadapi situasi tersebut maka DPP Partai Golkar harus segera mengambil sikap untuk menentukan pemimpin umum baru jauh dari kasus korupsi.

Demikian hal ini diungkapkan oleh Koordinator TPDI dan Advokat Peradi, Petrus Selestinus melalui surat elektronik yang diterima suarafores.net, Kamis/23/11/2017. Menurutnya, Partai Golkar harus memproyeksikan memilih seorang negarawan menjadi ketua umum baru melalui Musdalub yang demokratis. Ketua umum dari kalangan negarawan ada 3 syarat yang harus dipenuhi yaitu Musdalub demokratis, tidak ada politik uang dan tidak ada politik kotak-kotak.

“Dengan dinonaktifkan Setnov dari maka efek domino dari status tersangka korupsi ini membuat Golkar terpuruk dan berada pada titik nadir. Pengurus Golkar harus cerdas mengangkat kembali keterpurukan dengan memilih ketua umum yang jauh dari kasus korupsi. Pemimpin umum harus memiliki karakter dan kompetensi sebagai seorang negarawan” ungkap Petrus Selestinus.

Jika Partai Golkar masih mempertahankan gaya kepemimpinan yang pragmatis seperti Setnov selama ini, maka popularitasnya semakin jauh dari masyarakat pada pemilu 2019 mendatang. Memilih sosok negarawan dengan kualifikasi memenuhi kriteria bakal Capres/Cawapres RI pada Pemilu 2019 menjadi solusi hadapi pemilu. Tujuannya agar partai ini dapat selamat dari sergapan lawan politik  dan tetap berada pada posisi teratas bahkan bisa jadi pemenang pemilu 2019.

Jika tiga syarat dimaksud berhasil diterapkan, partai besar ini akan memetik manfaat banyak dari jatuhnya Setnov.  Munaslub diharapkan menganut budaya politik baru, mengedepankan kejujuran, kesantunan, bermartabat dengan menjunjung tinggi aspek integritas moral menuju Indonesia yang lebih baik.

Petrus mengatakan bahwa sejumlah bakal calon sudah dimunculkan, namun publik belum merespons isu Musdalub karena sejumlah upaya hukum sedang dilakukan Setya Novanto.  Hal ini membuat publik masih melihat seberapa besar kekuatan Setnov menghadapi kasusnya.

Untuk pemimpin umum partai beringin ini, sejumlah nama mulai diangkat ke permukaan. Ir. Airlangga Hartarto, salah satu nama yang popular digadang sebagai bakal calon Ketua Umum Golkar. Ia adalah orang muda yang memenuhi kriteria PDLT (prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas dan tak tercela).

“Saya kira Airlangga seorang politisi yang sudah matang dan tidak diragukan untuk membangkitkan Golkar dari kondisi saat ini. Para petinggi partai berlambang beringin perlu menganalisa secara matang menghadapi dinamika politik jelang Pilpres. Petinggi Golkar pun harus melihat bahwa kasus dugaan korupsi E-KTP mengungkap kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap Golkar” tandas Selestinus. (sfn).