Tragedi Bukit Cinta, Wisatawan Tewas, Ini Kronologinya

by -1 Views
Suara Flores

NGADA, SUARAFLORES.NET – Bukit Watu Nariwowo atau dikenal dengan Bukit Cinta. Belum banyak orang menjamahnya keindahannya. Pencinta keindahan alam bakal penasaran ketika yang lain sudah sampai di puncak dan memosting foto-foto di media social. Hal ini mendorong Susiani bersama puteranya untuk mendaki ke Bukit Cinta.

Tak disangka, perjuangan meraih keindahan Bukit Cinta butuh perjuangan dan kerja keras. Fisik yang kuat, berjalan ekstra hati-hati hingga mental yang kuat agar tidak jatuh ke jurang yang begitu dalam.

Susiani menjadi korban. Ia jatuh ke jurang sangat dalam itu saat mendaki menuju Bukit Cinta meraih keindahan wisata alam Kabupaten Ngada, Pulau Flores. Ia tak dapat ditolong dan tewas di tempat.

Sang Sopir, Leonardus Langga sigap membantu korban setelah korban jatuh. Ia menemukan tamunya itu dalam kondisi tak bernyawa lagi. Ia berjuang, berkomunikasi dengan warga sekitar dan menyampaikan kepada pihak kepolisian untuk segera dievakuasi.

Usai evakuasi, Kapolres Ngada, AKBP, Firman Affandy, SIK mengirim press release pasca meninggalnya wisatawan domestik asal Surabaya saat mendaki ke Bukit Watu Nariwowo, kabupaten Ngada, Pulau Flores. Disebutkan bahwa korban diduga terpeleset dan jatuh pada kedalaman jurang kurang lebih 800 meter.

Press Release yang menggambarkan kronologi singkat perjalanan wisata korban dan puteranya Wilson bersama Sopir dan Emerensiana selaku pengantar diterima wartawan, (26/8/2018) dari AKBP. Firman Affandy, SIK.

Dikronologikan bahwa pada Minggu tanggal 26 Agustus 2018 sekitar jam 10.00 Wita telah terjadi kecelakaan jatuh ke jurang seorang perempuan di tempat wisata Bukit Watu Nariwowo, Desa Beja Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada atau yang biasa juga disebut dengan istilah Bukit Cinta yang beralamat di Kampung Lenazia, Desa Beja, Kec. Bajawa, Kabupaten Ngada, Pulau Flores  yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan luka di sekujur tubuh korban.

Sekitar jam 09.00 wita korban Susiani Dewa Mailoa, umur 54 tahun, Pekerjaan : IRT, Agama : Budha, Alamat : Kenjeran 412, RT/RW : 001/014, Kel. Gading, Kec. Tambak Sari, Surabaya, Jawa Timur bersama dengan anak korban dengan identitas nama Wilson Nugroho Harkhono, Umur 25 tahun, Agama : Budha, Pekerjaan : Mahasiswa, Alamat : Kenjeran 412, RT/RW : 001/014, Kel. Gading, Kec. Tambak Sari, Surabaya, Jawa Timur.

Baca juga: Wisatawan Asal Sydney Ditemukan Meninggal di Objek Wisata Pangabatang

Mereka diantar seorang tour guide dengan identitas nama Leonardus Langga, Umur : 28 tahun, Agama : Katolik, Alamat : Jln. R.W. Monginsidi, Puunaka, RT/RW : 008/004, Kelurahan Tetandara, Kec. Ende Selatan, Kab. Ende hendak berangkat ke Kampung Adat Bena, namun sebelum berangkat, saudara Leonardus Langga menyarankan kepada Korban dan anak Korban untuk pergi ke tempat wisata Bukit Cinta karena menurut saudara Leonardus Langga bahwa Pemandangan di Bukit Cinta itu indah dan belum banyak orang yang mengetahuinya.

Setelah sampai di Desa Beja tepatnya di Kampung Lenazia, saudara Leonardus Langga mengajak saudari Emirensiana Ngora, Umur 36 tahun, Agama Katolik, Pekerjaan Tani, Alamat RT 012, Kampung Lenazia, Desa Beja, Kec. Bajawa, Kab. Ngada untuk bersama- sama menuju tempat wisata bukit Watu Nariwowo, Desa Beja Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada atau cinta yang berjarak kurang lebih Satu Kilo Meter. Karena saudara Leonardus Langga serta Korban dan anaknya baru pertama kali mendatangi tempat wisata tersebut sehingga diminta bantuan mengantar dan menunjuk jalan.

Setelah sampai di tempat wisata lokasi bukit dimaksud, Korban dan anak Korban melakukan foto-foto dan selanjutnya berjalan mengitari tempat wisata bukit Watu Nariwowo, Desa Beja Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada atau Bukit Cinta. Pada saat itu Saudari Emirensiana Ngora sempat mengingatkan kepada Korban dan anak Korban untuk tidak melakukan foto-foto di tepi jurang namun dijawab oleh korban “ aman saja”.

Baca juga: Keluhan Pengusaha Terkait Ijin Usaha di Maumere

Kemudian mereka melanjutkan mengitari lokasi tempat wisata bukit cinta dengan urut- urutan yang paling depan saudara Leonardus Langga kemudian disusul Korban lalu anak Korban dan saudara Emirensiana Ngora berada diurutan paling belakang. Sesampainya di TKP Korban tergelincir dan jatuh ke jurang.

Pada saat Korban tergelincir dan jatuh ke jurang, anak korban sempat berteriak “mama”. Pada saat itu juga saudara Leonardus Langga menoleh kebelakang dan melihat Korban sudah jatuh ke jurang sedangkan saudara Emirensiana Ngora tidak melihat kejadian tersebut karena berada pada jarak yang jauh sekitar 20 meter dari Korban.

Melihat Korban terjatuh ke jurang, saudara Leonardus Langga langsung mencari ke arah jatuhnya Korban dengan cara mengikuti jejak Korban sampai pada akhirnya saudara Leonardus Langga menemukan Korban di jurang dengan jarak dari titik jatuh sekitar 800 meter.

Setelah Korban ditemukan, saudara Leonardus Langga meminta bantuan saudari Emirensiana Ngora untuk menyampaikan ke warga Kampung Lenazia bahwa ada orang jatuh di jurang dan selanjutnya menghubungi pihak Kepolisian untuk melakukan evakuasi terhadap jenasah Korban.

Mendapat informasi dari masyarakat, pihak Kepolisian Resor Ngada segera menuju TKP untuk melakukan evakuasi terhadap Korban dan selanjutnya dibawa menuju kamar jenasah RSUD Bajawa.

Catatan: Kondisi di tempat kejadian perkara merupakan padang dan daerah perbukitan yang curam, licin dan kondisi rumput-rumput yang tumbuh di tempat wisata bukit Watu Nariwowo, Desa Beja Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada menjadi kering akibat musim kemarau sehingga kemungkinan pada saat sampai di tempat kejadian perkara korban tidak memperhatikan dengan baik keadaan sekitar yang menyebabkan korban terpeleset dan jatuh ke jurang.

Anak Korban dengan dibantu oleh petugas Kepolisian sudah menghubungi keluarga Korban yang ada di Surabaya, Jawa Timur untuk membicarakan mengenai proses pemulangan jenasah ke Surabaya. Pihak Kepolisian mendatangi TKP, mengamankan TKP, melakukan olah TKP serta mengevakuasi Korban menuju RSUD Bajawa untuk dilakukan VER dengan dibantu oleh masyarakat yang bersama-sama dengan petugas Kepolisian ke TKP. (aurel/red/sf).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *