Tragedi Nduga Berdarah, Poros Benhil NTT Minta Aparat Jamin Keamanan Rakyat

by -21 Views

KUPANG, SUARAFLORES,NET,–Tragedi berdarah di  Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12/2018) lalu, mengusik dan melukai hati nurani warga Indonesia. Tragedi yang telah mengorbankan puluhan warga pekerja jalan Trans Papua itu pun telah mengganggu persatuan dan kesatuan nasional warga. Berbagai elemen bangsa mengutuk dan mengecam keras tragedi Minggu Kelabu tersebut.

Koordinator Poros Benhil NTT, Kornelius Moa Nita,S.Fil, mengatakan, sebagai salah satu organ relawan pendukung Calon Presiden Ir. Joko Widodo yang ada di NTT, merasa sedih atas tragedi penembakan dan pembunuhan yang telah menewaskan warga sipil dan pihak TNI yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Oleh karena itu, ia menegaskan mendukung penuh langkah pemerintah dan aparat TNI/ POLRI, menumpas, dan menjamin keamanan seluruh rakyat Indonesia di Tana Papua.

“Kami warga NTT berduka dan mengucapkan belasungkawa mendalam atas kematian saudara-saudara kami di Tana Papua yang telah menjadi korban penembakan. Sebagai anak bangsa, kami sangat perihatin dengan aksi penembakan tersebut karena telah menggangu keamanan dan kedamaian Bangsa Indonesia, secara khusus seluruh rakyat Indonesia di Tana Papua. Kami mendukung penuh pemerintah pusat dan daerah bersama TNI dan POLRI menuntaskan kasus tersebut, menjamin keamanan dan kedamaian warga Papua,” tegas Kornelius melalui siaran persnya, Jumad, (7/12/2018).

Dikatakannya, Tana Papua yang kaya raya, bukan saja menjadi tempat tinggal dan hidup mati rakyat Papua sendiri, tetapi telah menjadi “Rumah Besar Rakyat Indonesia.”Di mana, berbagai warga dari berbagi suku dan agama begitu banyak yang merantau dan tinggal menetap di Papua untuk melanjutkan hidup, baik dari Jawa, Ambon, Padang, Manado, Medan, Sulawesi, Kupang, Flores, dan lain-lain. Oleh karena itu, pemerintah dan aparat keamanan harus terus menjaga, meningkatkan keamanan dan kedamaian, agar persatuan dan keadilan sosial terlaksana di sana.

“Di Papua itu tempat hidup banyak orang, termasuk orang NTT. Saudara-saudari kita dari NTT, mulai dari Sumba, Timor, Kupang, Alor, Flores begitu banyak tinggal di sana membangun Papua. Jadi kita merasa Papua juga adalah tana kita sendiri sebagai warga Indonesia di bawa naungan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Ketika tragedi berdarah itu terjadi, hati nurani kita terluka bagai disayat sembilu. Kita hanya bisa berdoa, agar tragedi serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang, dan penuh harap agar Pemerintah dan TNI/POLRI dapat menuntaskan dan mencegah terjadinya pertumpahan darah yang lebih besar,” pinta mantan aktivis PMKRI dan Forum Studi dan Komunikasi Mahasiswa Flores (Formares) ini.

Baca juga: Gerakan Cinta NKRI Kecam Pembunuhan Pekerja Trans Papua

Baca juga: Melkior Waramas: Insiden Nduga, Intelijen Jangan Bengong Aja

Baca juga: Pembunuhan Para Pekerja Jalan di Papua Harus Direspons Secara Komprehensif

Lebih jauh, dia juga merasa perihatin karena peristiwa kelam itu terjadi di saat Presiden Ir. Joko Widodo tengah gencar membangun infrastruktur Papua, secara khusus di jalur jalan Trans Papua untuk memberikan keadilan sosial seperti perintah sila kelima Pancasila. Untuk itu, dia mengatakan, Poros Benhil NTT sebagai bagian kecil dari relawan Jokowi mendukung penuh agar Presiden Jokowi dan Kementerian PUPR bersama TNI/ POLRI dan warga Papua melanjutkan pembangunan infrastruktur di tana Papua untuk membuka isolasi demi percepatan program pendidikan, kesehatan, ekonomi demi meningkatkan kesejahteraan warga Indonesia di Papua. Lebih jauh, bukan di seluruh Papua saja, tetapi di seluruh kawasan Timur Indonesia pembangunan infrastruktur harus dituntaskan.

“Sejak puluhan tahun, sila kelima Pancasila yang berbunyi Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia tidak terjadi di kawasan Timur Indonesia. Baru di era Presiden Jokowi sila kelima itu mulai dilaksanakan secara masif dengan membangun infrasturktur mempersatukan Indonesia dari barat dan timur. Papua dulu sangat jauh tertinggal, tetapi sekarang sudah jauh lebih baik, termasuk provinsi lainnya di kawasan timur. Untuk itu, kami dukung penuh gerakan besar pembangunan infrastruktur laut, darat dan udara yang dilakukan Jokowi untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar alumni STFK Ledalero, Flores ini.

Ditambahkannya pula, tahun 2019 mendatang akan diselenggarakan pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) serta pemilihan anggota legislatif (Pileg). Peristiwa politik lima tahunan ini tentunya menjadi “medan pertempuran politik besar” di Indonesia yang juga menjadi perhatian serius seluruh negara-negara di dunia yang berkepentingan dengan Indonesia. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh generasi muda Indonesia, dan  NTT khususnya, agar menahan diri, selektif dan menyaring berbagai informasi provokatif yang ingin memecah belah bangsa Indonesia.

“Sekarang ini era keterbukaan informasi. Ada begitu banyak informasi di media sosial yang tidak bisa kita bendung lagi. Apa yang terjadi di Papua, detik itu juga bisa diketahui di seluruh pelosok NTT. Apa yang terjadi di Jakarta detik itu juga bisa diketahui warga NTT di desa-desa. Semua informasi bebas di akses warga itu tidak semua benar. Harus dicermati, dicerna dan dipahami secara baik sebelum disebarluaskan. Kita harus hati-hati karena banyak pihak yang ingin Indonesia (NKRI) hancur. Tentu kita sebagai generasi muda kita tidak mau itu. Mari kita terus berjuang dan berdoa agar bangsa Indonesia kita tetap aman, damai dan sentosa dalam lindungan Tuhan dan Pancasila,” tutup salah satu Ketua Presidium Poros Benhil Nasional ini.(tim-PB/NTT).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *