Umat Nanganesa Gotong Royong Bangun Tempat Ibadah

by -3 Views
Suara Flores

SUARAFLORES.NET— Nanganesa merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende. Umat Nanganesa terbagi dalam 13 kelompok umat basis (KUB) yang melebur dalam tiga lingkungan, yakni lingkunan Emanuel Dalima, lingkungan Salvador dan lingkungan Stelamaris. Kurang lebih 1000 umat Desa Nanganesa sejauh ini melakukan ibadah atau kebaktian rohani di sebuah kapela sederhana yang dibangun secara swadaya.

Kondisi itu sudah berlangsung lama seiring semangat umat Nanganesa untuk membangun sebuah kapela (tempat ibadah) permanen. Berkat spirit gotong royong, akhirnya mimpi umat untuk memiliki sebuah kapela permanen pun mulai dibangun.  

Spirit gotong royong itu dapat dilaksanakan oleh umat Nanganesa melalui kerja keras panitia pembangunan kapela yang diberi nama Kapela St. Sebastianus Nanganesa. Proses yang panjang telah dilalui dengan menghadapi berbagai tantangan.

Sabtu (31/8/2019), panitia bersama seluruh umat bergotong royong (dalam bahasa setempat disebut Boka Ki Bere Ae) membangun tembok penahanan tanah atau turap pengaman. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal dimulainya pembangunan Kapela St. Sebastianus.

Budaya gotong royong menjadi spirit pembangunan kapela yang selalu dirindukan panitia. Mereka mengajak seluruh umat bersatu padu, sehati sesuara menunjukkan kepedulian yang tinggi agar apa yang menjadi harapan besar bisa menjadi kenyataan.

Baca juga: Sikapi Situasi Papua, PNPS GMKI Dorong Pemerintah Tempuh Jalan Dialog Damai

Baca juga: Manfaatkan Dana Desa, Kaum Muda Lela Buka Kebun Sayur Organik

Pantauan SuaraFlores.Net, umat dari Stasi Persiapan St. Sebastianus Nanganesa ini bahu membahu melaksanakan pekerjaan pembangunan turap pengaman tersebut.

Ketua panitia Martinus Tata disela-sela pelaksanaan pekerjaan tersebut memberikan semangat dan dorongan bagi umat yang hadir agar dapat bahu membahu mempercepat pembangunan kapela tersebut. Ia pun mengapresiasi atas antusias umat yang sangat luar biasa.

“Ini merupakan bentuk kepedulian umat atas kerinduan selama ini. Selama ini, umat beribadah di kapela sementara yang dibangun umat secara swadaya,” ujar Martinus,

Ia berharap agar pembangun kapela tersebut mendapat perhatian semua pihak dan stakeholder yang ada. Pemerintah dan pihak swasta setempat boleh mengambil bagian dengan harapan adanya perhatian untuk percepatan pembangunan kapela ini.

Ini adalah langkah awal panitia bersama umat di Stasi Persipan St. Sebastisnus setelah beberapa bulan mempersiapkan lokasi kapela sehingga mimpi besar umat di Stasi Persiapan St. Sebastianus ini dapat terwujud.

Mengenai bahan – bahan, baik material lokal maupun non lokal untuk pekerjaan tersebut juga merupakan sumbangsi dari berbagai pihak termasuk panitia dan semua anggota kepanitiaannya serta sumbangan secara sukarela dari umat.

“Budaya gotong royong harus menjadi spirit dalam segala bidang termasuk pembangunan kapela ini. Mari kita bergandengan tangan untuk mempercepat pembangun,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Stasi Persiapan ST. Sebastianus Nanganesa Fabianus Beni mengatakan bahwa agenda pembangunan dilaksanakan secara bertahap. Langkah pertama adalah menyelesaikan turap pengaman. Selanjutnya dilakukan pekerjaan yang lainnya.

Pihaknya tetap optimis akan menyelesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Ada agenda besar yang sudah disiapkan dan dirancang oleh  panitia yaitu pembangunan gedung kapelanya. (dami).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *