Vatikan Sambut Positif Pembangunan Jembatan Palmerah Pancasila

by -1 Views

VATIKAN, SUARAFLORES.NET,–Proyek pembangunan Jembatan Palmerah Pancasila dan turbin arus laut sepanjang 800 meter di Flores Timur, NTT yang digagas dan diperjuangkan Mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya disambut positif Tahta Suci Vatikan, Roma, Italia.

“Terkait pembicaraan tentang investasi pembangunan jembatan Palmerah Pancasila di Flores Timur dalam agenda kunjungan kerja Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan bersama mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mendapat sambutan positif Tahta Suci Vatikan,” terang Direktur Desk Islam Asia Pasifik, Dewan Penasehat Kepausan asal Indonesia, Padre Marco Solo Kewuta,SVD, saat dikonfirmasi Suara Flores.Net, Kamis(31/1/2019).

Menurut Padre Marco, proyek dengan total investasi sekitar Rp3 Triliun lebih yang target groundbreakingnya pada bulan April 2019 mendapat sambutan hangat dan diskusikan secara serius dan pihak Vatika mendukung proyek besar tersebut.

“Saya yang pertama mulai membuka pembicaraan ini. Umumnya, kami semua mendukungnya, apalagi sudah disepakati juga oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun rakyat, terutama Kabupaten Flores Timur dengan segala jajarannya. Saya melihat Pak Frans Lebu Raya sudah lama menyiapkannya, terkesan sudah pasti akan dilaksanakan. Pihak Belanda juga sudah siap seperti yang disampaikan Pak Frans Lebu Raya,”jelas Padre Marco.

Apalagi, sebut penasehat Sri Paus yang selalu mewakili Vatikan di forum-forum tingkat dunia itu, jika jembatan sepanjang 800 Meter itu pasti mempunyai banyak manfaat untuk meningkatkan arus komunikasi kedua pulau, tetapi juga meninggikan frekuensi dagang, distribusi komoditi dan meningkatkan pula relasi ketetanggaan dua pulau, yang walaupun dilihat agak jauh, tetapi sebenarnya hanya 800 meter saja.

“Memang juga diakui, sepertinya Pak Frans Lebu Raya sedang berkonsentrasi pada pemilu ini, apalagi beliau adalah Ketua DPD PDI Perjuangan NTT dan salah satu caleg pula. Nah, urusan kampanye dan pemilu ini, pasti banyak menguras tenaga dan konsentrasi. Tetapi kami optimistik, apalagi beliau juga kelihatan sangat pasti dan optimistik,”tulis Padre Marco dalam komentar lanjutan yang dikirimnya melalui saluran Whatshappnya itu.

Sementara itu, terkait target Groundbreaking bulan April 2019 nanti, Wakil Presiden dan Direktur Yayasan Nostra Aetate yang bertugas mendidik duta-duta damai dari berbagai negara di Vatikan itu melihatnya sebagai sesuatu yang sangat optimistik jika dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

“Tetapi sekali lagi ini akan sangat bergantung dari situasi kondisi bulan April sebelum pemilu dan dari hasil pemilu mendatang. Tetapi, umumnya Pak Frans Lebu Raya sangat pasti dan kami semua optimistik mendukung upaya tersebut,”pungkasnya, memberi semangat.

Selain Padre Marco, hadir dalam pembicaraan itu adalah Padre Paul Budi Kleden,SVD, Presiden Kongregrasi Serikat Sabda Allah se-dunia serta pejabat Kementerian ESDM Republik Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, Selasa (29/1),mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya terbang ke Vatikan mendampingi Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Ignatius Jonan untuk menghadiri sebuah pertemuan dengan perusahan multinasional besar bagian Hidrokarbon Italia, ENI (Ente Nazionale Idrocarburi). Salah satu agenda yang diduga dibicarakan dalam forum pertemuan tersebut adalah terkait pembangunan Jembatan Palmerah Pancasila dan turbin listrik arus laut di Flores Timur.

Untuk diketahui terkait pembangunan tersebut, pada Selasa (22/1) lalu pihak Konsortium Tidal Bridge, BV telah datang ke Kupang. Konsorsium Tidal Bride, BV dari Negeri Belanda itu melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi NTT dan memastikan peletakan batu pertama (groundbreaking) dalam awal April 2019 mendatang. (Roberth/Bkr/sfn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *