Warga Lewopulo Sagu: Kami lebih butuh JUT bukan JTP

by -1 Views

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET,–Warga Dusun Lewopulo Sagu mengaku lebih membutuhkan kehadiran infrastruktur jalan (JUT) dan alat-alat pertanian hingga sentuhan teknologi ketimbang Jembatan Tambatan Perahu (JTP) Waiboleng-Sagu yang dibangun dengan dana Rp2,448 M namun tidak bermanfaat sama sekali hingga saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Tokoh Masyarakat Lewopulo Ola Kian Lamapaha mewakili suara warga Dusun Lewopulo saat bertemu denganĀ  Politisi Partai NasDem Flores Timur, Fransisca Bengan Sabon dan Suara Flores.Net dalam sebuah kesempatan temu keluarga, Minggu, 10/03/2019, malam, dalam rangka mengupas lebih dalam terkait manfaat langsung dari pembangunan Jembatan Tambatan Perahu (JTP) Waiboleng Sagu yang telah menelan biaya hampir Rp2,448 M itu bagi warga Dusun Lewopulo yang paling berdekatan dengan lokasi JTP tersebut.

Menurut Ola Kian, pihaknya bahkan baru tahu keberadaan JTP itu setelah mendengar penjelasan dari Fransisca Bengan Sabon, yang juga menjabat sebagai salah satu pimpinan Ormas Geomaritim Flores Timur itu. Padahal, JTP tersebut sudah dibangun sejak tahun 2017 dan kini menjadi sorotan publik karena tidak memberikan manfaat apa-apa bagi masyarakat.

Menurutnya, justru dampak buruk yang diperoleh warganya dari proyek JTP itu adalah rusaknya jembatan trans Lewopulo ke Binongko Sagu akibat beban kendaraan truk milik kontraktor pelaksana JTP selama pekerjaan itu berlangsung. Sementara itu, saat ditanya berapa kapal motor atau perahu nelayan yang pernah lakukan kegiatan bongkar muat di areal JTP Waiboleng Sagu, baik Ola Kian maupun warga lainnya menyebut jika pihaknya belum pernah tahu ada kendaraan dan manusia yang lewat untuk melakukan kegiatan itu.

“Setahu kami tidak ada yang lalu lalang untuk bongkar muat, baik manusia dan kendaraan. Apalagi akses jalan kesana juga sudah mulai rusak karena banjir dan jadi hutan kembali yang dipenuhi rumput,”terang Ola Kian lagi.

Pihaknya, justru lebih berharap agar pemerintah membangun jalan ke kebun warga dan membantu peralatan dan teknologi pertanian. Karena itu yang lebih dibutuhkan setiap saat. “Kami disini umumnya petani sehingga lebih membutuhkan bantuan pertanian, termasuk teknologi pengolahan pasca panen sehingga bisa meningkatkan hasil produksi dan juga pendapatan ekonomi rumah tangga,”pungkasnya lagi sambil menegaskan bahwa saat ini harga komoditi seperti Kopra sangat menurun. Hanya Rp3.000/Kg.

Menurutnya, Pasar Sagu bisa dioptimalisasi untuk peningkatan pendapatan petani, namun hasil pertanian yang dijual belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Kemudian akses jalan Lamabunga-Sagu yang masih buruk sehingga mengurangi minat orang ke Sagu. Nah, jika dana Rp.2,448 M itu difokuskan untuk bangun jalan ke Sagu, termasuk ke areal pertanian Lewopulo juga dan membangun industri pedesaan, tentu jauh lebih bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,”sambung Fransiska memberikan pencerahan.

Siska Lamapaha, yang kini maju bertarung sebagai Caleg Partai NasDem Kabupaten Flotim, nomor urut 3 Dapil Kelubagolit, Adonara dan Witihama, mengajak warga Dusun Lewopulo untuk berani menyuarakan ketidakadilan pembangunan yang selama ini dirasakan. Taruhlah, seperti pembangunan JTP Waiboleng Sagu yang lokasinya lebih dekat dengan Dusun Lewopulo, namun bukan menjadi kebutuhan utama sehingga praktis belum bermanfaat hingga kini. Padahal, biayanya hampir Rp.2,5 M.

“Masyarakat disini harus berani bersuara. Jangan takut. Apalagi keberadaan Lewopulo bisa menjadi basis pertanian di Pulau Adonara, ketika disandingkan dengan Tekad Bapak Presiden Joko Widodo Membangun Indonesia Dari Pinggir. Saya kira, jika isolasi daerah pinggiran seperti Lewopulo Sagu ini dibuka akses jalannya dan teknologi pertanian hingga membangun industri pertanian pedesaan, tentu memberikan dampak positip bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat,”tohok Siska memberi semangat.

Ia juga mendesak DPRD Flotim, agar segera turun ke lokasi JTP Waiboleng untuk melihat fisiknya dan perkembangan terkini terkait kegiatan bongkar muat.Apakah sudah ada manfaat positipnya bagi masyarakat sekitarnya, seperti Dusun Lewopulo itu atau tidak. (Roberth/SFN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *