Waspada Informasi Hoax dalam Pilkada 2018

by -12 Views

SUARAFLORES-NET, Pemilu gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota secara langsung, merupakan perwujudan demokrasi ditingkat lokal. Ruang kontenstasi dan partisipasi politik dibuka seluas-luasnya dengan harapan, terpilihnya pemimpin daerah yang kompetensi, kapabilitias, integritas dan aksestabilitas.

Otonomi daerah membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kreatif dan inovasi membangun daerah tetapi juga harus mendapat dukungan dari masyarakat. Pemilu serentak 2018 mendatang merupakan pemilihan serentak gelombang ketiga setelah dimulainya pemilu serentak pada tahun 2015. Terdapat 171 daerah yang akan mengikuti pemilu tahun 2018  terdiri dari 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten.

Karena penyelenggara pemilu serentak 2018 beririsan dengan pemilu serentak 2019, maka tak dapat dipungkiri akan lebih hangat dibandingkan tahun 2015 dan 2017. Oleh karena itu, para penyelenggara pemilu di semua tingkatan pemilu harus mengelolah  setiap tahapan secara profesional dan berintegritas. Berikanlah pelayanan yang adil pada semua peserta pemilu.

Disamping melaksanakan pemilihan, tugas paling fundamental adalah melayani pemilih agar dapat menggunakan hak konstitusional secara rasional,cerdas, mandiri dan penuh tanggungjawab. Pastikan pemilih yang sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) tercatat dalam daftar pemilih sementara dan daftar pemilih tetap.

“Ingatlah bahwa pemilu serentak merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat ditingkat provinsi, kabupaten/kota. Jangan sampai kedaulatan rakyat dalam menyeleksi pemimpinnya, tercedarai oleh aspek-aspek prosedural dan teknis yang tidak dikelolah secara profesional dan bertanggungjawab” tegas Ketua KPU RI, Arif Budiman dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua KPUD Sikka, Vivano Bogar, S. Fil di Kantor KPUD Sikka dalam moment Gerakan Sadar Pemilu Serentak melalui Jalan Sehat, Sabtu 04 Nopember 2017 lalu

Dijelaskannya, pelayanan pemilih tidak hanya pada pemungutan suara, tapi harus menjiwai seluruh tahapan pemilihan. Pemilih membutuhkan informasi sosialisasi pemilihan berkualitas untuk membangun kapasitas pemilih. Kapasitas pemilih yang mumpuni diperlukan untuk pemilihan tegak lurus dengan tujuan pemilihan, dalam rangka mendapatkan pemimpin yang kompeten dan bertanggungjawab untuk mengurus urusan publik. Tanpa kapasitas memadai pemilihan, pemilih dapat dibelokan oleh aspek-aspek artivisial seperti primordialisme, informasi yang bersifat bohong atau hoax.

“Gerak Sadar Pemilu yang kita gelar hari ini, bukan agenda sesaat dan seremonial belaka. Ini merupakan pijakan awal untuk membangun gerakan sadar pemilu (GSP) secara berkelanjutan. Kita menginginkan semua elemen bangsa bersinerji, berkolaborasi dan bergerak bersama. Tujuannya untuk menyadarkan publik bahwa pemilu sebagai sarana gerakan kedaulatan rakyat adalah sesuatu yang penting bagi kehidupan mereka” tambah Arif.

Tugas kita menyadarkan mereka bahwa pemilihan yang hanya 5 menit di bilik suara,  akan mempengaruhi kebijakan politik untuk 5 tahun ke depan. Pemberian suara adalah sacral dan fundamental dalam negara demokrasi. Suara yang dituangkan dalam bentuk coblosan dalam surat suara merupakan bentuk perpindahan kekuasaan dari pemilih sebagai pemegang kedaulatan. Kedaulatan dari pemilih atas negara atau daerah kepada peserta pemilihan yang bertanggungjawab untuk mengurus dan melayani rakyat dengan sebaik-baiknya.

“Jangan pernah nodai suaramu dengan urusan remeh teme dan tak bernilai. Sudah saatnya para pemilih menggunakan haknya dengan penuh tanggungjawab” tegasnya.

Untuk diketahui, jalan sehat dalam rangka Gerakan Sadar Pemilu 2018, dimulai pada pukul 06:30 wita melibatkan ratusan orang. Kegiatan ini dihadiri Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, Wakil Bupat Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar dan Ketua DPRD Sikka, Rafaael Raga serta Forkompimda Kabupaten Sikka. Group Drumband SMAK Frater Maumere dan artis lokal turut meramaikan gerakan pemilu yang sehat.(yanes).