WVI Selenggarakan Festival Pembelajaran Suara dan Aksi Warga Negara

by -21 Views
Suara Flores

MAUMERE, SUARAFLORES.NET — Sepanjang tahun 2014 – 2018, lebih dari 60 desa di  kabupaten Kupang, TTU dan Sikka, Provinsi NTT mendapatkan manfaat dari program Suara dan Aksi Warga Negara untuk Akuntabilitas Pemerintah dan Peningkatan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak. Program ini dijalankan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI)., dengan dukungan dari Bank Dunia melalui program Global Partnership for Social Accountability (GPSA).

Program ini menggunakan pendekatan Suara dan Aksi Warga Negara, yaitu sebuah pendekatan akuntabilitas sosial yang bertujuan untuk meningkatkan dialog antara masyarakat, penyedia layanan, dan pemerintah dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas layanan dasar, secara khusus layanan kesehatan ibu dan anak.

Setelah empat tahun mengimplementasikan program ini, WVI ingin berbagi pembelajaran dan cerita-cerita perubahan yang diperoleh sebagai hasil dari program ini, dalam suatu kegiatan yang bernama “Festival Pembelajaran Suara dan Aksi Warga Negara untuk Akuntabilitas Pemerintah dan Peningkatan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak.” Kegiatan ini dilakukan di Kabupaten Kupang, TTU dan Sikka. Kegiatan di Sikka dilakukan pada tanggal 4-5 Juni 2018.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas kesehatan ibu dan anak masih menjadi persoalan yang perlu terus diperhatikan. WVI, mendukung seluruh upaya yang dilakukan oleh Pemerintah dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak. Dalam praktiknya seringkali masyarakat sebagai penerima manfaat tidak mendapat informasi yang jelas mengenai standar pelayanan kesehatan. Selain itu mereka juga tidak tahu bagaimana menyampaikan keluhan terhadap layanan yang ada untuk dapat diperbaiki,“ ujar Andreas Sihotang, Project Manager GPSA, Wahana Visi Indonesia dalam sambutannya kegiatan tersebut di Silvia Hotel Maumere,  Senin (6/6/2018).

“Melalui pendekatan suara dan aksi warga negara, masyarakat belajar mengenal standar layanan kesehatan yang diberikan pemerintah, sekaligus belajar bagaimana memberikan masukan kepada pemerintah dan penyedia layanan untuk perbaikan yang diperlukan. Hal ini juga membantu pemerintah untuk melihat efektifitas layanan yang ada,” tambah Andreas Sihotang.

Baca juga: Mengintip Penataan Kota Maumere, Haruskah Tugu MOF Digusur?

Turut hadir Bupati Sikka (Plt), Drs. Paolus Nong Susar, sekaligus membuka acara festival. Hadir juga dr. Maria Bernadina S. Nenu, M.Ph., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

“Pemerintah sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh WVI dan Bank Dunia, dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Sikka. Pendekatan suara dan aksi warga negara, membantu pemerintah untuk melakukan evaluasi, demi memberikan yang terbaik bagi kesehatan ibu dan anak,” ujar Paolus Nong Susar.

Maria Nenu mengatakan bahwa melalui program ini masyarakat juga diberikan kesempatan mengajukan program perbaikan layanan kesehatan di tingkat desa dan membacakan hasil-hasil usulan warga di tatap muka kecamatan, bahkan sampai advokasi ke DPRD. “Menurut saya hal ini sangat baik,” ujar Maria.

Dari hasil diskusi dengan warga desa, fasilitator desa, pemerintah desa, dan penyedia layanan seperti kader Posyandu, bidan desa dan kepala Puskesmas menunjukkan bahwa program ini telah memberikan beberapa perubahan. Perubahan tersebut seperti peningkatan pengetahuan masyarakat dan penyedia layanan mengenai standar layanan; peningkatan kepercayaan diri masyarakat untuk berbicara di depan umum dan menyampaikan pendapat.

Selain itu dapat meningkatnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan desa; meningkatnya perhatian dan dukungan pemerintah desa terhadap kesehatan ibu dan anak; meningkatnya transparansi pemerintah desa; bertambahnya sarana-prasarana fasilitas layanan kesehatan ibu dan anak; meningkatnya akses ke layanan kesehatan ibu dan anak. Dan juga semakin bertambahnya tenaga kesehatan di desa; bidan desa yang semakin ramah dalam memberikan layanan; meningkatnya penggunaan layanan kesehatan ibu dan anak; dan kerjasama yang semakin baik antara masyarakat, penyedia layanan dan pemerintah dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. (sfn02).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *