Yohanes Keraf di Mata Staf Bandar Udara Frans Seda

by -17 Views
Suara Flores

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Jelang purnabakti, kurang lebih tiga bulan akan datang, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Frans Seda Maumere, Yohanes R Keraf pindah tugas. Ia kembali ke Sumba Barat Daya menjadi Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Tambolaka, setelah dilantik oleh Menteri Perhubungan pada tanggal 27 Juli 2018 di Jakarta.

Pak Anis, begitu ia disapah stafnya. Ia telah mengukir banyak prestasi selama memimpin Bandara Frans Seda, kurang lebih 2 tahun 7 bulan, sejak bertugas pada tanggal 11 Januari 2016 hingga 27 Juli 2018. Misalnya di tahun 2018, Pelapisan Landasan Pacu, Taxiway dan Apron, pekerjaan pelapisan landas pacu, pembuatan dan perbaikan system drainase sisi udara dan sisi darat, penyusunan RKL dan RPL, pengadaan dan pemasangan Eskalator dan Reinstalasi dan sejumlah pekerjaan fisik lanjutan dari tahun 2016 sampai 2017.

Tidak hanya pembangunan fisik, kehadirannya mengajarkan kesejukan dalam bekerja kepada semua staf. Sejumlah staf menyebut Yohanes Keraf bagai seorang rohaniwan (romo,red) yang selalu menunjukan keteduhan, lemah lembut dalam sikap dan tutur katanya setiap hari kepada setiap orang. Setiap tindakan yang diambil membangkitkan rasa simpati yang mendalam atau tidak meninggalkan ceritera sakit hati bagi yang lain.

Seperti diungkapkan oleh Komandan Security Bandara Udara Frans Seda, Leonardus Levi disela-sela persiapan penjemputan Ir. Poltak Gordon, MT selaku Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Frans Seda yang baru. Dikisahkan Levi, bahwa Yohanes Keraf (adalah) figur yang teduh. Ia mendidik dan merangkul semua staf tanpa pandang suku, agama dan golongan.

“Orangnya sangat lembut. Ia marah pun dengan kelembutan, santun tapi ia tegas. Jika ada kesalahan yang dilakukan stafnya, ia membina, mengarahkan dan memberikan solusi. Semua dilakukan dengan penuh persaudaraan. Kami sangat berterima kasih atas semua yang telah diajarkan oleh Pak Anis,” ujar Levi di ruang VIP Bandara yang dahulu bernama Wai Oti.

Kini, Pak Anis telah pindah tugas. Ada staf yang mengaku kehilangan figur paternal leadership itu. Bahwa setiap sikap dan tutur katanya kepada staf, disikapi sebagai seorang ayah mendidik anak-anaknya.

Baca juga: Bandara Frans Seda Masuk Urutan 7 Terbaik Se-Indonesia

Persis yang diungkapkan oleh Ester Lena Tambah, Kasubag Tata Usaha Bandara Frans Seda saat ditemui SuaraFlores.Net ditengah kesibukan persiapan acara Temu Pisah, (11/8/2018).

Ester menggambarkan bahwa banyak perubahan selama Pak Anis memimpin Bandara Frans Seda. Semua ia lakukan dengan baik untuk pembangunan daerah. Tekadnya ingin membenahi dan mengembangkan Bandara Frans Seda menjadi lebih maju ditanamkan sejak awal bertugas. Sayangnya, secara tiba-tiba, ia harus pindah tempat kerja, kembali ke Bandara Tambolaka yang telah diukir sebelumnya.

Bagi Ester, pria yang pernah menjadi Kabandara Soa di Kabupaten Ngada, Flores itu, telah mencontohkan kepada semua staf, sikap ramah, santun dan sangat lembut. Banyak staf, bahkan sejumlah kepala bandara menyebutnya seorang romo. Siapa yang pun bertemu dengannya pasti mengungkapkan kesan yang baik.

“Dia orangnya pendiam tapi selalu menegur bila ada kesalahan yang dilakukan staf. Dia seperti seorang bapa. Dia mendorong semangat kerja stafnya dengan berbagai keahlian yang dimiliki. Bagi saya, kebaikan beliau tidak dapat diukur dengan material, walau mungkin yang lain menilai kebaikan dari sisi material,” ujar Ester di ruang kerjanya.

Baca juga: Bandara Frans Seda Raih Penghargaan Khusus Pariwisata

Ester menaruh harapan agar mantan Kepala Lapangan Terbang Perintis Wonopito, Lewoleba, selalu sehat dalam lindungan Yang Maha Kuasa. Sisa masa jabatannya kurang lebih tiga bulan, masih banyak dapat ia lakukan melalui jaringan yang ia miliki.

“Dia sangat matang dalam memimpin. Kebaikannya ia tunjukan kepada semua orang dimana pun ia berada, tanpa mengharapkan balas jasa. Ia merangkul semua orang dan sangat matang dalam memimpin. Dalam sisa waktu yang ada, kami berdoa agar dia tetap sehat untuk keluarga dan membangun NTT melalui Bandara Tambolaka,” ujar Ester yang sudah puluhan tahun bekerja di Bandara Frans Seda.

Suara Flores
Yohanes R Keraf saat berekreasi bersama Honorer Bandara Frans Seda di Jakarta. Sejumlah Honorer ini setiap hari mengurusi kebersihan di Bandara Frans Seda. 

Hal lain diungkapkan oleh, Yohanes Buce, Penanggungjawab Kebersihan Lingkungan Bandara Kelas II Frans Seda yang bekerja sejak tahun 1982. Buce memiliki cerita tersendiri yang selama bekerja mengalami berbagai kendala. Misalnya perlengkapan penataan seperti mesin potong rumput yang dapat dipenuhi oleh pimpinan yang cepat respon tersebut.

Menurut Buce, Pak Anis yang juga mantan Kepala Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende itu sangat respon terhadap setiap kebutuhan pekerjaan staf. Permintaan staf terkait pekerjaan selalu direspon secara cepat.

“Banyak kebutuhan kita dalam pekerjaan, beliau sangat cepat respon. Walaupun mimpi besar menata bandara belum tercapai, tapi sebagai masyarakat Sikka saya mau katakan beliau telah berbuat banyak dalam pengembangan bandara tertua di Flores ini,” ujarnya.

Kenangan lain, lanjut Buce, untuk memotivasi karyawan ia mengajak staf untuk terbang bersama, berekreasi bersama di luar daerah. Semua yang ia lakukan menggunakan uang pribadi.

“Saya sebenarnya sangat bersyukur saat-saat bersamanya. Pak Anis sangat memperhatikan kami, mendorong kami bekerja dengan penuh semangat. Ia melakukan berbagai cara agar kami semangat. Pengalaman rekreasi bersamanya di Jakarta, bukan tidak dapat dilakukan oleh orang lain, tapi ini fakta yang kami alami bersamanya,” kisah Buce di ruang kerjanya, (11/8/2018).

Sejumlah pekerja media di kabupaten Sikka juga menaruh simpati pada pria murah senyum dan beriwibawa itu. Bagi mereka, Pak Anis figur yang rendah hati dan komunikatif.

“Bagi kami, wartawan membutuhkan informasi. Pak Keraf telah membangun kerjasama yang baik. Ia komunikatif dan cepat respon setiap informasi yang dibutuhkan pekerja media. Figur seperti ini wajib dicontoh bagi para pemimpin di tanah air. Bahwa komunikasi menjadi bagian penting dalam membangun daerah,” tandas Ebed de Rosari, wartawan Mongabay.com, Jhon da Gomez, wartawan Ombudsman Indonesia dan Citos Natus, wartawan Seputarntt saat menghadiri acara Syukuran Temu Pisah di Bandara Frans Seda, (11/8/2018). (nes/sfno2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *