Yosef Nganggo : Menjadi anggota DPRD adalah panggilan nurani

by -14 Views
Suara Flores

ENDE, SUARAFLORES.NET –  Menjadi anggota DPRD adalah panggilan nurani untuk memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat dari kota sampai di pelosok desa. DPRD merupakan jembatan bagi banyak orang yang mengakomodir kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat luas.

Saat ini banyak orang mencalonkan diri menjadi wakil rakyat dengan misi yang sama, yakni memperjuangkan kebutuhan – kebutuhan dasar masyarakat. Namun, butuh pemahaman bersama, bahwa menjadi wakil rakyat bukan jembatan untuk memperkaya diri, tapi lebih kepada perjuangan nilai-nilai keberpihakan pada banyak orang.

Berawal dari situ, Yosef Nganggo, salah satu putra terbaik dari Kabupaten Ende  dengan segudang pengalaman yang dimiliki, baik pemerintahan, pelayanan gereja dan profesi lain, berkomitmen untuk memperjuangkan kebutuhan – kebutuhan dasar masyarakat.

“Saya termotivasi untuk menjadi wakil rakyat dengan melihat realita kehidupan masyarakat dari tahun ke tahun. Persoalan kesehatan, pendidikan dan ekonomi harus menjadi prioritas. Caranya ya bersuara. Karena itu, bagi saya, pertarungan merebutkan kursi DPRD Propinsi NTT periode 2019-2024 adalah panggilan untuk memperjuangkan nilai kejujuran, nilai kebenaran dan nilai keadilan,” ujar Yosef Nganggo, salah satu Calon Anggota DPRD Propinsi NTT dari Partai Hanura Nomor Urut 7, Kamis (13/12/2018).

Baca juga: HIV/AIDS, Ibu Rumah Tangga Kalahkan Pekerja Sex Komersial, Mengapa?

Baca juga: Karang Dempel Ditutup, OPSI NTT Protes Pemerintah

Kehadiran Yosef Nganggo pada bursa Pileg 2019 merupakan dorongan nurani yang tumbuh dari kondisi masyarakat dari tahun ke tahun. Karena itu, wakil rakyat mestinya memiliki nilai keberpihakan bagi rakyat, berbakti dengan nurani tanpa batas perbedaan.

Menjadi wakil, bagi Yosef, bukan untuk mencari pekerjaan yang lebih orientasi pada uang. Wakil rakyat dipilih untuk menindaklanjuti keluhan kebutuhan masyarakat yang selama ini belum terkomodir oleh para pengambil kebijakan.

“Jika ada yang mencalonkan diri menjadi wakil rakyat dengan orientasi pada uang, menurut saya sebaiknya dia mengundurkan diri. Saya memiliki komitmen yang kuat, melihat persoalan masyarakat, selanjutnya memperjuangkan untuk mengatasinya bersama pemerintah. Saya mengajak semua pihak agar memilih wakil rakyat yang tepat, punya rekam jejak yang teruji. Jadi wakil rakyat kan harus tegas, berani bersuara demi banyak orang,” ujarnya.

Ia menekankan, jika ada pihak atau kelompok masyarakat yang belakang ini mendengar banyak rumor yang beredar di dunia maya, orang berlomba-lomba untuk menjadi calon anggota DPRD untuk mendapat pekerjaan harus ditolak. Caranya, lihat rekam jejaknya.

“Bagi saya wakil rakyat itu bukan sebuah pekerjan, melainkan profesi yang memperjuangkan hak-hak dasar agar terpenuhi. Masih banyak orang miskin, masyarakat berkekurangan, yang tidak berani menyampaikan secara terbuka, atau belum dijamah oleh pemerintah.Ini yang harus kita perjuangkan,” ujarnya.

Untuk diketahui, sosok Yosef Nganggo tidak asing lagi bagi masyarakat Sikka, Ende Ngada dan Nagekeo. Pria kelahiran Moni, 17 Juni 1960 memiliki rekam jejak dan kapasitas yang tidak diragukan lagi.

Ia pernah pernah menjadi Anggota Perangkat Pastoral Keuskupan Agung Ende tahun  1988 – sekarang, Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ende tahun 1998-2006.

Ia juga pernah menjadi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende tahun 2011-2016. Pada pihak lain, ia sebagai inisiator berdirinya Sekolah Menengah Agama Katolik St. Thomas Morus Ende pertama di Indonesia. Selain itu, ia menjabat Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagekeo tahun 2016-2018 dan Ketua Paguyuban Katekis Keuskupan Agung Ende.

“Melalui pekerjaan-pekerjaan yang sudah saya lalui, saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama berjuang mengantar saya ke Propinsi. Karena hanya dengan gotong royong kita dapat berdiri bersama untuk menikmati potensi-potensi sumber daya alam yang ada di Flores, Nusa Tenggara Timur. Gotong royong menjadi jembatan meraih cita-cita. Mari bersatu, berjuang untuk memenangkan Calon DPRD Propinsi dari Partai Hanura di Nomor urut 7,” ujarnya.

Sebagai salah satu Calon DPRD Propinsi, Yosef mengajak masyarakat daerah pemilihan lima untuk mencermati secara seksama, menilai dan menentukan pilihan.

“Ingat, hindari politik uang. Memilih caleg karena sama dengan merawat korupsi untuk tetap tumbuh subur,” tandas Yosef.(frumen).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *